• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sosiolog : Transportasi Online Bantu Lebih Ontime

7 August
09:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Kota Semarang menjadi salah satu kota besar di Indonesia, yang sering terjadi kemacetan dibeberapa titik. Tak heran jika banyak orang sering terlambat lantaran tidak mengantisipasinya.

"Belum lagi penggunaan kendaraan pribadi yang mendukung kemacetan tersebut,” ujar Sosiolog dan Peneliti Independen Bayu A. Yulianto, Rabu (7/8/2019).

Ia menyebutkan saat ini budaya ngaret atau tidak tepat waktu menjadi salah satu hal yang sulit ditinggalkan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya jam ngaret ini, seperti lupa, kendaraan yang mogok, sampai terjebak macet.

Untuk bisa meminimalisir kebiasaan yang sudah menjamur sebagai fenomena sosial ini. Masyarakat sebetulnya bisa memanfaatkan transportasi umum sampai transportasi online sebagai armada pendukung mereka dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat.

"Ngaret telah menjadi kebiasaan orang Indonesia yang sudah menjadi 'tradisi' di mana sulit untuk ditinggalkan. Asumsi bahwa orang Indonesia tak bisa lepas dari ngaret kini sudah menjadi stereotype karena mereka sulit menjaga waktu, khususnya ketika membuat janji dalam sebuah pertemuan,” ujar Bayu.

Disisi lain, untuk membantu masyarakat terhindar dari kemacetan dan lebih tepat waktu, Senior manager Marketing Grab Indonesia Michael Dwi Putra menyebutkan perusahaan GrabBike sebagai armada pendukung untuk mereka yang terus mengejar berbagai hal yang berarti, tentunya dengan ketepatan waktu penjemputan.

Menurut Muchael, Dengan jumlah armada yang memadai serta informasi mengenai estimasi waktu kedatangan mitra pengemudi saat memesan, pengguna dapat tiba di tujuan dengan lebih cepat.

Hal ini sejalan dengan misi mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan akses yang cepat dan aman.

“Meski ngaret telah menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihindarkan oleh masyarakat Indonesia, sebagian besar orang justru tak ingin terjebak dalam kebiasaan terus-terusan mengulur waktu. Mereka yang kami sebut sebagai pejuang #AntiNgaret ini selalu berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai tujuan dengan on time,” sebutnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00