• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

SEPUTAR KAMPUS

Sejumlah Praktisi Dipercaya Menjadi Pengajar Program Magister Hukum USM

1 August
14:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Salah satu kebutuhan dalam memahami hukum saat ini bukan hanya dari sisi bagaimana kita mengetahui peraturan perundang-undangan akan tetapi kita harus memahami bagaimana hukum itu diberlakukan sedemikian rupa. Dan kopetensi itu adanya di program study Magister (S2).

Kebutuhan yang mendasar seperti itulah yang melatarbelakangi lahirnya program study Magister Hukum Universitas Semarang (USM), tahun 2013 lalu. Hal tersebut dikemukakan Ketua Program Magister Hukum Universitas Semarang (USM) Dr. Muhammad Junaidi, SHI., MH., C.L.A, Kamis (01/8/2019).

Menurutnya aspek yang dikedepankan di dalam program study Magister Hukum USM adalah bagaimana mahasiswa dapat memahami segala proses, baik itu hukum secara formil atau peraturan-peraturan tertulis dan hukum secara materiil atau nilai-nilai yang hidup di masyarakat.

Maka dari itu para pengajar study Magister Hukum USM ini semua kita topang dengan dosen yang berkwalifikasi, diantaranya Profesor Muladi dan Profesor Barda Nawawi Arif, yang kita semua tahu bahwa keduanya adalah merupakan tim perumus Perubahan atas KUH Pidana yang sudah berpuluh-puluh tahun belum disyahkan oleh DPR,” jelasnya.

Di sisi lain menurut Muhammad Junaidi, Program Magister Hukum USM juga banyak berkonsentarasi pada Hukum Tata Negara, dimana Hukum Tata Nergara ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, utamanya Pemerintah Daerah yang sifatnya Otonom. Untuk itu para pengajarnyapun diambilkan dari tokoh-tokoh yang memang ahli di bidangnya, seperti Bambang Sadono, S.H., M.H yang merupakan Tim Amandemen ke 5 UUD 1945.

“Dosen mata kuliah Hukum Tata Negara USM diantaranya Bambang Sadono yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) perwakilan Jawa Tengah dua periode. Juga termasuk saya, yang sesekali juga menjadi tenaga ahli di beberapa Kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kemudian kita juga ditopang pula dengan salah satu mata kuliah Hukum Bisnis.di mana ada dua dosen yang berqualified, yaitu ibu Listi yang merupakan tim dalam perumusan UU Jaminan Fidusia. Kemudian juga ada Bapak Sugianto seorang notaris,serta Profresor Abdullah Kelib yang saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan USM,” tuturnya.

Dalam Program Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Magister Hukum Universitas Semarang juga tidak mengesampingkan adanya hukum dalam konstruksi teori.

“Ada beberapa pakar yang secara tidak langsung juga menjadi bagian dari keluarga besar Program Magister Hukum Universitas Semarang, diantaranya DR, Drs. H. Kukuh Sudarmanto, B.A., S.Sos., SH., MM, yang merupakan salah satu praktisi dan sekaligus akademisi, dimana beliau juga terlibat langsung dalam konteks pemerintahan,” pungkas Muhammad Junaidi. (Don).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00