• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Dua Kurir Ganja 30 Kg Lintas Provinsi Diringkus Satreskrim Polrestabes Semarang

18 July
20:45 2019
2 Votes (4)

KBRN, Semarang: Satuan Reskrim Narkoba Polrestabes Semarang berhasil menggagalkan pengiriman paket ganja seberat 30 kg dari Jakarta menuju Surabaya  menggunakan jasa pengiriman melalui transportasi bus.  Pengungkapan tersebut  dilakukan pada hari Jumat (12/7/19) sekitar pukul 02.00 WIB, saat bus Safari Dharma Raya masuk ke ruas tol Manyaran-Jatingaleh Semarang.


"Setelah mendapatkan informasi masyarakat bahwa ada pengiriman ganja di wilayah Jawa Tengah menggunakan bus. Kemudian petugas segera melakukan penyergapan dan penggeledahan terhadap yang dimaksud tersebut. Dari hasil penggeledahan ditemukan 30 kg paket ganja yang di bungkus dalam kemasan boks besar dengan berbentuk paket yang ditaburi kopi, untuk mengelabuhi petugas," Kata Kapolrestabes Semarang,  Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat press rilis, Kamis (18/7/2019)

Ditambahkan Abiyoso kedua tersangka mengedarkan dan mengambil paket ganja sebanyak dua kali, dengan masing-masing paket pertama seberat 50 kg sudah berhasil diedarkan dan paket kedua sebanyak 30 kg.
sementara itu,  dari hasil pengejaran  tersebut,  petugas menangkap dua orang kurir yang mengambil barang haram itu. Mereka yaitu Abdul Bashir warga Sidoarjo dan Kukuk Endit warga Blitar yang mengaku sebagai kurir narkoba.

"Kepada petugas, pelaku mengaku mendapat upah Rp 12 juta, jika berhasil mengirim dan menjual ganja 30 kg itu.  Dan menurut keterangannya, ia hanya diperintah mengirim lewat alamat atau langsung bertemu dengan pembeli, ujar kapolrestabes Semarang

Sementara itu, Kasat Res Narkoba AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengungkapkan kedua orang itu merupakan target operasi dari petugas sejak akhir Desember 2018 lalu dan mereka sempat lolos mengedarkan ganja dari Jakarta ke Surabaya seberat 50 kg dan pil inex. Dari hasil penyelidikan anggotanya langsung bergerak , setelah mendapati informasi bahwa ada pengiriman yang dilakukan dari dua tersangka jaringan tersebut. 

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (Dit/Ah)

  • Tentang Penulis

    Pradityo Utomo

    Semangat dan terus berusaha

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00