• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan Kriminal

Polres Pekalongan Ungkap 23 Kasus Narkotika

26 June
17:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang:  Bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Polres Kota Pekalongan menggelar pengungkapan kasus narkotika di Mapolres lokal, Rabu (26/6).

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry S Sitepu menuturkan terus perdagangan memberantas kasus narkoba. Ini ditayangkan mulai awal tahun 2019, Polres telah berhasil menungkapkan 23 kasus narkotika.

Bahkan, selama kurun waktu dua minggu terakhir berhasil mengatasi empat belas kasus narkotika dan terlarang.

Sementara tersangka pertama, lanjut Kapolres, yaitu Teedi Ambara alias Cengklong warga Desa Karanganyar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, terbukti menjual jenis Hexymer. Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti terdiri dari 84 butir Hexymer.

"Tersangka dijerat pasal 196 atau 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Kapolres.

Tersangka berikutnya, Andre Setiawan warga Desa Sapugarut Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. Mengaku sebagai kurir atau pengantar barang haram tersebut dari Penjual ke konsumen. Setiap mengantar barang, dia menerima hadiah Rp. 150 ribu.

Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari paket ganja kering seberat 11,9 gram.

Kemudian Ikhwanul Kirom alias Daok warga Podosugih Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, terbukti membawa 17 paket ganja kering seberat 171 gram.

Terakhir, Mohammad Gibran Alfin warga   Sapugarut Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan,

barang bukti 2 (dua) paket   Tembakau Gorila dalam Bungkus Rokok Sampurna Mild (bruto 0,07 gr) dan 1 (satu) buah HP warna Gold merk Xiaomi.

Masing-masing terdiri dari pasal 114 dan pasal 111 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling pendek 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

"Kasus ini akan terus dikembangkan sebagai upaya kita dalam mewujudkan Kota Pekalongan yang bebas Narkoba," katanya.

Kapolres mendesak dalam pemberantasan narkoba, Polres Kota Pekalongan tidak dapat bekerja sendiri. Keterbatasan petugas dan luasnya ruang gerak pengedar narkoba menjadi perlindungan kepolisian dalam memberantas narkoba.

Makanya pihak   kepolisian harus mendukung semua pihak agar Pekalongan benar-benar bebas dari narkoba.

Menurut Kapolres   dalam memberantas narkoba, pihaknya   tidak hanya mengutamakan langkah penindakan saja, melainkan juga melakukan langkah-langkah perbaikan. Caranya dengan masuk ke sekolah-sekolah.

"Jika seperti ini terus selesai, selesai    Insya Allah segera kita agendakan masuk ke sekolah sebagai bentuk langkah preventif yang diambil oleh pihak Kepolisian agar pelajar tidak terjerumus ke dalam bahaya narkotika," pungkasnya.(Sam/Ah)

  • Tentang Penulis

    Syamsudin

    Tak Perlu Memikirkan Kemana Akan Berlabuh, Pikirkan Saja Jalan Mana Yang Akan Ditempuh

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00