• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Edukasi terkait pengelolaan aset dan Barang Milik Negara,DJKN Jawa Tengah dan DI Jogjakarta Tandatangani MOU Dengan LPP RRI Semarang

12 June
16:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kantor Wilayah DJKN Jawa Tengah dan DI Jogjakarta bersama LPP RRI Semarang melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman MoU tentang Penyiaran lnformasi Publik, Pembinaan Pengelolaan Barang Milik Negara, Rabu,(12/06/2019). MoU tersebut merupakan inovasi kerjasama yang baru pertama kalinya dilaksanakan di LPP RRI Semarang.


Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Tengah dan DI Jogjakarta
Tavianto Noegroho mengatakan,  melalui MoU ini Pihaknya bisa diberi akses publik untuk sosialisasi kebijakan apa yang sudah diaksanakan untuk masyarakat. Selain itu,  Pihaknya dapat memberikan pembinaan dan edukasi terkait pengelolaan aset dan Barang Milik Negara. 

 
" LPP RRI selaku media milik publik tentu sangat membutuhkan pendampingan ini. Apalagi lembaga ini memiliki aset negara banyak yang perlu diberi pemahaman terutama persoalan terkait aset."tegas
Tavianto Noegroho

 

Menurut Tavianto ,Pria yang gemar olahraga besepeda menegaskan ,pengelolaan aset negara seperti barang milik negara dan barang milik daerah masyarakat masih belum paham di pengelolaannya ,dengan divinisi tanah negara dan tanah milik negara ,untuk itu DJKN bekerja sama dengan BPN dengan pedoman 3T yakni Tertib Hukum,Tertib Fisik dan Tertib Administrasi dan di tambah pemanfaatan dengan tujuan mempermudah dalam pengerjaannya .

Edukasi dan inovasi lelang yang dilakukan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara diharapkan akan meningkatkan pemahaman para pengguna jasa lelang di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta sehingga dapat mencegah upaya penipuan bermodus lelang sejak dini untuk itu diharapkan pemilik harus berani, agar kita tahu mana aset daerah dan  mana aset pusat, sehingga kita mampu  mendapatkan data yang valid dan  up to date,” tegas Tavianto.

Sementara itu Kepala LPP RRI Semarang Anhar Achmad mengatakan,  melalui MOU ini, RRI sebagai lembaga pelayanan publik diharapkan dapat memberikan edukasi bagaimana mengelola dan memanfaatkan aset negara. Selain itu bagaimana RRI dan DJKN yang memiliki tugas maupun fungsinya dengan acara-acara dialog,spot maupun filler untuk di siarkan agar masyarakat mengetahui kinerjanya. 

"Tentu sebagai bentuk layanan publik maka dengan adanya kerjasama ini diharapkan nanti dapat memberikan edukasi bagaimana mengelola dan memanfaatkan aset negara. Yang kedua nanti bagaimana Kita saling membesarkan,  masyarakat agar tahu apa itu DJKN. Juga dengan ini untuk RRI bisa meningkatkan informasi untuk masyarakat."ungkap Anhar. (AH)


  • Tentang Penulis

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00