• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Yayuk Basuki : Pembinaan Olahraga Tumpang Tindih

13 April
22:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Mantan petenis andalan Indonesia era 80-90an Yayuk Basuki mengakui, perhatian pemerintah dalam pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi, khususnya untuk pemberian jaminan hari tua masih kurang. Disamping itu masa depan prestasi olahraga nasional juga  masih belum menemukan arah yang jelas. Hal tersebut dikemukakan Yayuk Basuki dalam diskusi keolahragaan di Semarang, Sabtu (13/4/2019).

Peraih Medali Emas Asian Games Bangkok, Thailand 1997 ini juga menilai bahwa momentum kebangkitan olahraga hanya sebatas dijadikan seremonial semata. Sehingga menurutnya perlu pemberian penghargaan olahraga, baik dalam bentuk pekerjaan maupun jaminan hari tua, bagi olahragawan dan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Disamping itu, Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu meningkatkan alokasi APBN/APBD dalam setiap anggaran tahunan untuk pelaku olahraga yang mengharumkan nama bangsa dan memajukan prestasi olahraga baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

‘’Keberadaan Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) No 3 Tahun 2005, masih belum bisa menjawab sepenuhnya permasalahan olahraga di tanah air. Hal ini disebabkan karena kurangnya koordinasi antarlembaga, tumpang tindihnya lembaga terkait dan buruknya pengawasan lantaran pemerintah berperan sebagai regulator, eksekutor, dan pengawas,’’ kata Yayuk Basuki yang juga Anggota Komisi X DPR RI.

Menurutnya, jika kesejahteraan atlet terjamin imbasnya para orangtua pun nantinya akan tenang jika anaknya fokus membina karir sebagai seorang atlit, karena masa depan sudah terjamin dan dilindungi undang-undang.

Sedangkan mengenai sarana dan prasarana,  menurutnya masih terdapat masalah yaitu kurangnya komitmen pemerintah dan pemerintah daerah dalam pemenuhan sarana dan prasarana sesuai standar keolahragaan. Ditambah kurang optimalnya pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana.

“Saya contohkan di klub Dragon Salatiga yang banyak mencetak atlit-atlit lari tingkat nasional dan internasional fasilitas dan tempat berlatihnya sangat memprihatinkan,” ujarnya. (don).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00