• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

KESEHATAN

1,6 juta orang meninggal tiap tahun akibat kanker paru

26 October
16:13 2018
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Kanker Paru merupakan masalah penting saat ini di bidang penyakit paru dan pernapasan, bahkan kasusnya makin meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Sebagian besar penderita kanker paru di Indonesia adalah perokok. 

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR menuturkan, saat ini berbagai strategi telah di upayakan untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia.  Pengenalan untuk mendeteksi secara dini penyakit kanker paru terus ditekankan, karena selama ini kasus kanker paru umumnya ditemukan telah dalam stage lanjut.

"Dari data yang ada menunjukan 1,6 juta orang meninggal tiap tahunnya akibat kanker paru, 4 juta kematian pertahun terjadi akibat pneumonia. Dibutuhkan perhatian dan upaya yang lebih maksimal baik dalam pencegahan, diagnosis maupun tata laksananya"ujarnya saat Jumpa Pers kegiatan Pertemuan Ilmiah Khusus Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 2018 di Hotel PO Semarang, Jumat (26/10/2018).

Tidak hanya itu, Tuberkulosis (TB) juga masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian masyarakat di Indonesia. Dokter Paru sebagai lini terdepan dalam penanggulangan TB nasional turut berperan aktif dalam menuju "end TB" nasional dan global. Indonesia merupakan negara nomor dua di dunia dengan beban TB terbanyak.

"10 juta orang menderita tuberkulosis dan 1,8 juta di antaranya meninggal setiao tahunnya. Bahkan angka kesembuhan TB sebesar 86% sedangkang untuk TB resisten obat sebesar 47%" imbuh Agus Dwi Susanto

Dengan meningkatnya konsumsi rokok, polusi udara akibat perkembangan industri dan gas buang kendaraan bermotor, mobilitas yang semakin tinggi, serta peningkatan penyakit di luar paru yang berpotensi menimbulkan penyakit paru tersebut , maka Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Khusus (PIK) mulai tanggal 24-27 Oktober 2018  dengan Tema Current Approach in Respiratory Medicine : Spesial Issues in Interventional Pulmonology and Thoracic Oncology.

Disampaikan  Agus Dwi Susanto , 700 dokter dan dokter spesialis lain turut hadir dalam kegiatan PIK. Kegiatan itu tidak hanya berisi rapat organisasi PDPI, tapi juga ada workshop, simposium, sesi presentasi oral dan poster yang mencakup berbagai masalah kesehatan dalam bidang paru dan pernapasan.

"diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dokter dan dokter spesialis paru khususnya serta pemahaman pada penyakit paru dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di bidang paru dan pernapasan" harapnya.(Rah/Ah)

  • Tentang Penulis

    Rahma Purwanto

    Saya adalah reporter RRI Semarang

  • Tentang Editor

    agus heriyanto

    Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya." Semangat Tanpa Henti untuk RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00