• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

RUANG PUBLIK

Kabupaten Batang Melek Teknologi Namun Tetap Sederhana

9 December
05:42 -0001
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Dinustek Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien dan sederhana bertempat di Ruang Abirawa Kantor Bupati, Kamis (11/01/2018).

"Sekarang ini sudah zaman teknologi,  jika kita tidak mengikuti maka akan tertinggal jauh. Semua teknologi muaranya adalah untuk membantu Pemkab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang kreatif, inovatif dan sederhana," tutur Bupati Batang Wihaji saat membuka FGD tersebut didampingi Wakil Bupati Suyono.

Bupati mengatakan, adanya teknologi ini harapannya tidak menyulitkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan terbaik. Pelayanan sederhana tersebut tetap tidak meninggalkan substansinya yaitu pelayanan publik.

"Kita akan melakukan penataan terehadap Smart City dan Smart Village, namun penekanannya tetap pada Smart Village. Sebagai contoh pelayanan di rumah sakit saat periksa untuk mengetahui Rekam Medic harus membutuhkan waktu yang sangat lama, dengan penggunaan aplikasi Rekam Medic Elektronic tentu masyarakat akan memperoleh pelayanan lebih cepat dan terintegrasi meskipun ada di luar daerah," terang Bupati Wihaji.

Menurut Bupati, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pelayanan yang transparan, semisal tentang tata ruang. Siapa pun dimana pun yang ingin memperoleh izin tempat dapat diketahui dan tidak perlu ditutupi.

"Saya harapkan dari masing - masing OPD membuat aplikasi yang kreatif dan inovatif, tujuan utamanya adalah agar masyarakat memperoleh pelayanan publik terbaik," tegas Bupati.

Bupati Wihaji mengharapkan ada pengembangan dalam aplikasi yang dihasilkan dan dapat membantu mempermudah tugas Kepala Daerah, antara lain memudahkan telekonferensi dengan Kepala Desa, sehingga dapat mengetahui secara langsung perkembangan desa. Selain itu perlu ada kamera cctv yang dipasang di tempat - tempat rawa kecelakaan, macet dan apabila ada jalan rusak supaya dapat segera diperbaiki.

“Menuju Smart City dan Smart Village semua berawal dari dalam, kemudian persiapkan segala sesuatunya serta yang terpenting komitmen dari Kepala Daerah. Mari ciptakan teknologi sederhana yang dapat melayani masyarakat dengan cepat di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan,” pungkas Bupati.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jamal Abdul Naser menyampaikan tujuan diselenggarakannya FGD Pengembangan Smart City dan Smart Village ini adalah untuk meningkatkan pelayanan publik berbasis teknologi.

“Saat ini memang masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, murah dan sederhana dan untuk mewujudkannya harus ada koordinasi dengan seluruh OPD serta dukungan dari masyarakat Batang,” ujar Jamal Abdul Naser.

Sementara menurut Muhammad Sidiq dari Dinustek Udinus Semarang, untuk mewujudkan Smart City dan Smart Village tidak hanya peran dari Bupati dan Diskominfo saja, tetapi peran aktif dari seluruh masyarakat Batang.

“Yang terpenting adalah pola pikir dari masing-masing individu dalam menuju Smart City dan Smart Village, semua harus bergerak tidak hanya Diskominfo,” tutur Sidiq.

Sidiq menambahkan setelah dibuat beragam aplikasi berbasis pelayanan publik, perlu ada evaluasi pada setiap aplikasi, sehingga akan diketahui kelebihan dan kekurangannya. (Heri/DNA).

  • Tentang Penulis

    Donny Nur Arbayanto

    Redaktur dan Reporter RRI Semarang

  • Tentang Editor

    Admin Semarang

    System Admin RRI Semarang<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00