• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Dua pedangdut kondang Semarakan Malam pergantian tahun di wilayah pinggiran kota Semarang.

1 January
10:51 2017
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Tidak hanya terpusat di tengah Kota, perayaan malam pergantian tahun pemkot Semarang juga dilaksanakan di beberapa titik wilayah pinggiran guna menyebarkan titik keramaian.

Seperti di Kecamatan Mijen, pesta kembang api dilaksanakan Sabtu (31/12/2016) di Lapangan Jatisari Mijen yang dihadiri ribuan warga yang tinggal di wilayah pinggiran meski diguyur hujan sejak sore.

Acara yang dimulai pukul 20.00 Wib ini dimeriahkan dengan deretan penyanyi lokal hingga nasional, seperti Pedangdut Kondang Rita Sugiarto dan Caca Handika.

Banyak lagu dibawakan para penyanyi yang menghibur para penonton termasuk dari artis papan atas Rita Sugiarto yang menyanyikan lagu berjudul 'Iming-Iming', 'Dua Kursi'  dan lainnya. 

Lain lagi dengan penampilan artis Caca Handika yang menutup hiburan pesta malam pergantian tahun dari 2016 ke 2017 yang kerap mengajak bercanda penonton. 

Penyanyi yang dikenal dengan ciri khas kumis tebal ini membawakan lagu Dewa Amor dan Pengemis Cinta.

Penampilan ini pun seakan mengobati para penonton dari masyarakat daerah pinggiran yang dahaga akan hiburan.

Pesta hiburan malam pergantian tahun di Mijen ini ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi malam itu dibarengi tiupan terompet oleh Camat Mijen Ali Mohtar dan jajaran Muspika Mijen bersama warga yang hadir.

"Kita telah melewati 2016, dan memasuki 2017. Di tahun baru semoga apa yang belum tercapai di tahun lalu bisa diraih. Semoga semakin berprestasi dan berkah," kata Camat Mijen, Ali Muchtar.

Ali menyebutkan acara ini dinilai berjalan lancar dan tertib, selain itu animo masyarakat juga sangat besar tidak hanya dari Mijen namun juga dari wilayah Boja, Kendal dan sekitarnya. 

“Karena itu, tahun depan panitia merencanakan kembali menggelar acara malam pergantian tahun di Lapangan Jatisari. Semoga lebih meriah dan animo masyarakat bertambah,” ujar Ali.   

Salah satu warga Wonolopo mijen, Masrukin Abduh menyebutkan sangat senang mengajak keluarganya menyaksikan pesta kembang api di lapangan jatisari yang tidak begitu jauh dari kediamannya. 

“Tidak perlu ke pusat kota di simpang lima atau titik Nol Km johar, dekat-dekat saja saya bisa ajak anak dan istri melihat pesta kembang api,” ujarnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi upaya pemkot Semarang dengan menyebar titik keramaian di wilayah pinggiran. Hal itu karena memberikan akses yang mudah dan hiburan yang dekat dengan warganya yang jauh dari pusat kota.

“Kalau semua acara hanya ditengah kota saja seperti simpang lima atau di balaikota, justru malah akan menjadikan macet akses menuju tengah kota,” imbuhnya. (Lucky/DN).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00