• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Banjir di Tering Sebrang Kutai Barat Hambat Aktivitas Warga

20 February
23:01 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar: Banjir kembali terjadi di kampung tering seberang Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (20/2/2020). Setelah kondisi yang sama terjadi kurang lebih sepekan sebelumnya.

Pantauan RRI di lapangan, sejumlah kawasan di kampung Tering Seberang khususnya di bantaran sungai mahakam di terjang banjir dengan ketinggian berkisar 30 hingga 60 cm di badan jalan.

Kondisi ini cukup menghambat aktifitas masyarakat karena akses transportasi jalan di wilayah ini sudah digenangi air mahakam yang meluap.

Erik salah satu warga kepada RRI Sendawar mengatakan, banjir sudah terjadi sejak rabu malam hingga kamis sore, dan cukup menggangu aktivitas warga, bahkan menurutnya banjir musiman ini sedikit membuat warga kesulitan mendapatkan bahan pokok.

“Aktivitasnya ya kayak gini-gini aja pak, aktivitasnya kurang. Jadi kalau orang mau turun kerja itu agak susah. Termasuk yang didaerah dalam pasar yang cukup dalam itu susah mau keluar beli sembako,”ungkapnya

Demikian juga dikatakan Sarah ibu rumah tangga yang aktifitas hari-harinya berjualan sayur di area terminal Pelabuhan Tering.

Ia mengaku, tidak bisa beraktivitas kemana-mana bahkan aktifitas berjualan sayurnyapun dihentikam selama air menggenagi area sekitar rumahnya.

“Kalau banjir gini tidak bisa kemana-mana pak, dirumah aja sambil jaga-jaga. Karena saya disinikan jualan sayur, kalau sudah banjir gini ya tidak jualan, gak ada jugakan yang datang beli,”ungkapnya

Sementara itu, Nilus warga Tering Lama yang sedang berbelanja ke Tering Seberang menerangkan seperti apapun kondisi air termasuk dalam kondisi banjir seperti ini tetap harus menyeberangi sungai Mahakam menggunakan perahu ketinting untuk berbelanja kebutuhan hari hari, karena tidak akes lain seperti jembatan penyebrangan menuju Tering Seberang.

“Kalau kesini ya nyebrang pakai perahu sendiri kalau ada prahu, kalau gak ada ya pakai taxi, ongkosnya sih gak berubah, tetap aja sekitar Rp5.000 satu orang kalau naik taxi itu. Kalau kondisi banjirnya sih tidak menentu, kalau bertahan gini ya gak papa, yang kita khawatirkan itu kalau lebih tinggi lagi bisa sampai dua meter. Jadi kalau kesini itu belanja sembako, sayur-sayuran tapi kalau sudah banjir gini sudah tidak ada harapanlah sudah,”terangnya

Untuk diketahui, selain karena karena hujan yang menguyur Kabupatenn Kutai Barat beberapa hari terakhir, banjir yang terjadi di Kecamatan Tering ini juga merupakan kiriman dari hulu sungai mahakam Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Namun demikian, banjir yang terjadi sejak rabu malam ini sudah mulai surut pada kamis sore sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Tengah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00