• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintahan

Vonis Pammu Pecahkan Rekor di Kubar dan Mahulu

15 February
11:33 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar: Pammu alias Pak Muq tertunduk lesu di kursi pesakitan saat mendengarkan pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Kutai Barat (Kubar), Kamis (13/2/2020). Karena dinyatakan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Narkotika sebagaimana dakwaan primair Penuntut Umum.

Pria paruh baya itu sebelumnya dituntut pidana penjara selama 14 tahun karena terbukti menjual Narkotika golongan I jenis Metamfetamina (shabu-shabu) sebanyak102 poket dengan berat bersih 37,4 gram.

Majelis Hakim yang diketuai Eko Setiawan SH sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menjatuhkan vonis selama 14 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp1 milyar rupiah, subsidair 6 bulan penjara kepada Pammu.

Majelis Hakim menilai perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat serta bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap Narkotika.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kutai Barat, Bernard Simanjuntak SH MH kepada RRI Sendawar, Sabtu (15/2/2020) mengaku turun langsung menyidangkan perkara tersebut.

Ia-pun mengapresiasi putusan pengadilan yang dinilai tepat, mengingat jumlah barang bukti milik terdakwa tergolong fantastis dibandingkan kasus yang sebelumnya pernah terjadi di Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu) selama ini.

“Jumlah barang bukti shabu milik Terdakwa Pammu ini tergolong fantastis di Kabupaten Kubar-Mahulu, namun disisi lain fakta ini juga sekaligus keprihatinan akan peredaran gelap Narkotika di Kubar-Mahulu,”katanya

Menuru Bernard, sjauh ini vonis tertinggi dalam penanganan kasus Narkoba yang ditangani berdasarkan jumlah barang bukti yakni paling lama 10 tahun penjara dengan total BB 9 gram. Namun untuk kasus Pammu ini menjadi rekor baru di Kubar dan Mahulu dengan vonis 14 tahun penjara.

Terdakwa Pammu ini lanjutnya memiliki waktu selama 7 hari untuk menentukan sikap apakah menerima atau mengajukan banding atas putusan tersebut.“Penuntut Umum masih menunggu sikap terdakwa. Jika terdakwa banding, kami tak segan meladeni upaya hukum terdakwa tersebut”lanjut Bernard.

Seperti diketahui, kasus ini berawal dari operasi Resnarkoba Polres Kabar yang menangkap terdakwa di Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu tanggal 14 Agustus 2019 lalu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00