• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi dan Bisnis

Peluang Usaha Pembuatan Tahu di Kutai Barat Menjanjikan

20 January
15:12 2020
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Tahu merupakan makanan yang dibuat dari bahan dasar kedelai dan merupakan sumber protein nabati bagi manusia. Di Indonesia makanan yang berasal dari Negara China tersebut sangat popular dan digemari oleh setiap lapisan masyarakat, sering dijadikan konsumsi sehari-hari.

Makanan yang merakyat ini bisa dibuat aneka jenis makanan dan camilan. Oleh karena itu, industri tahu hingga saat ini masih terbuka lebar dan bisa dikatakan sebagai usaha yang sangat menjanjikan karena menjadi salah satu konsumi masyarakat Indonesia.

Peluang usaha tersebutlah yang dimenfaatkan oleh Suriati (50) bersama sang suami sejak merantau ke-Pulau Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sejak tahun 2005 silam.

Kepada RRI Sendawar, Warga Kubar asal Kota Malang itu mengatakan untuk memulai usahanya tersebut penuh perjuangan, berpindah-pindah tempat, hingga kini menetap di Kampung Sumber Sari Kecamatan Barong Tongkok. Memiliki 2 rumah produksi, yakni untuk produksi bahan mentah dan rumah produksi untuk bahan jadi dalam bentuk tahu goreng.

Kurang lebih 15 tahun menggeluti usaha tersebut, Suriati mengaku, kini sudah banyak masyarakat mengetahui usahanya yang diberi nama “Tahu Arema”, bahkan sudah memiliki pelanggan tetap seperti dari kalangan pedagang kaki lima hingga perusahaan tambang dan perkebunan swait.

“Alhamdulillah lancar, pelanggan kita yang paling banyak ya pedagang, yang jual pentol-pentol, gorengan itu yang paling banyak. Ya langganan yang ngantar tiap hari ya Barong sama Melak, ada juga yang datang beli langsung ke-sini. Kalau yang jauh ada juga, tapi ambil sendiri kayak perushaan-perusahaan itu, kayak sawit, tambang gitu,”ungkapnya.

Disinggung mengenai penghasilan, Suriati menyebutkan dalam sehari bisa mencapai Rp1.500.000 hingga Rp3.000.000. Dan melalui penghasilannya tersebut bisa memberi gaji kepada karyawannya yang saat ini dimiliki sebanyak 3 orang sebesar  Rp3.000.000 per-orang.

“Ya ngak mesti sih, kadang kalau penuh sampai tiga juta, kalau sepi ya dua juta, ya paling sepinya satu juta lima ratus. Makanya kita tau, kalau sepi ya dikurangi masaknya, itu dalam seminggu kadang sepinya dua hari, kadang satu hari. Biasanya hari jumat, kalau orang jawakan banyak yang libur, kita tahu sudah. Kita disini ada tiga karyawan, nah kalau geji mereka untuk yang sudah lama itu Rp3 juta, ada satu yang baru itu Rp2.750.000,”sebutnya

Sementara itu, Sunawi salah satu karyawan seniornya menjelaskan, untuk proses produksi tahu mentah di Home Industry atau Industri Rumah Tangga Tahu Arema ini masih dilakukan secara manual, membutuhkan waktu hingga 14 Jam, dengan hasil mencapai 2 kuintal atau 200 kilogram. Kurang lebih 12.500 buah potongan tahu per-harinya.

“Pertama kedelainya direndam dulu sebelum digiling, itu kurang lebih sampai dua jam. Nah habis digiling baru direbus, setelah itu disaring, kemudian proses penyampuran air cuka. Nah setelah menggumpal hasil capuran tadi, airnya dibuang dan gumpalannya diambil lalu dimasukkan kedalam pencetakan, setelah itu sudah bisa kita potong-potong. Itu produksinya rata-rata dua kuintal satu hari, kurang lebih 12 jam proses pembuatannya,”jelas Sunawi.

Ia menegaskan, sejauh ini tidak ada kendala dalam proses produksi tahu di industri rumah tangga tersebut, baik untuk bahan bakunya yang memang sudah tersedia di agen Kutai Barat maupun untuk proses pembuangan limbah produksi yang sudah dibuat sedemikian rupa sehigga tidak mencemari lingkungan.

Untuk diketahui, harga jual produksi tahu mentah di Home Industry Tahu Arema yakni Rp1.000/4 ptotongan tahu, sedangkan untuk tahu gorong dijual Rp1.000/3 potong tahu. Selain itu, dirumah produksi tersebut juga dijual ampas tahu untuk pakan ternak seharga Rp20.000/ember besar.

Buka setiapp hari mulai pukul 06.00 – 12.00 wita, kemudian tutup karena harus mengantar pesanan pelanggan di siang hari dan buka kembali pada pukul 17.00 – 21.00 wita.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00