• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Rilis Kinerja Setahun, Kejari Kubar: Kasus Narkotika Tertinggi

9 December
22:10 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar : Kasus penyalahgunaan Narkotika masih mendominasi tindak pidana yang ditangani Kejaksaan Negeri Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur sepanjang 2019.

Kepala Kejari Kubar Wahyu Triantono saat menyampaikan keterangan pers tentang kinerja Kejari di kantornya jalan Sendawar Raya Kecamatan Barong Tongkok, Senin (9/12/2019) menyebut, sejak Januari-Desember 2019, ada 87 kasus yang berhasil diungkap.

“Untuk bidang pidana umum (Pidum) ternyata perkara yang paling banyak adalah Narkotika. Ada 87 SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) yang masuk dan sudah kita eksekusi 70 kasus,” ungkap Wayu yang juga didampingi Kasi Pidum Bernard Simanjuntak, Kasi Intel Ricki R.Panggabean, Kasi Pidsus Iswan Noor serta kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Tri Nurhadi.

Wahyu menambahkan, dari 87 perkara yang ditangani ada 2 yang masih dalam tahap banding dan 1 kasus di tingkat kasasi.

Untuk barang bukti sendiri mayoritas  narkotika jenis Dobel L (Trihexyphenidyl Hidrochlorida) sekitar 13 ribu lebih butir dan Shabu-shabu (Metamfetamina) lebih dari 50 gram. Sementara untuk pelaku mencapai ratusan orang bahkan ada 2 orang berstatus anak.

“Ini membuktikan bahwa di Kubar narkotika paling banyak. Makanya saya harap kita jauhi narkoba,” pesan Wahyu bersamaan dengan pemusnahan barang bukti tindak pidana berkekuatan hukum tetap di halaman kantor Kejari.

Baca Juga: Kejari Kubar Musnahkan Barang Bukti dari 46 Perkara Pidana Umum 

Selain perkara Narkotika, Kejari juga membeberkan kinerja setahun dari bidang pidum dengan total perkara 197 kasus dan 152 diantaranya berhasil dieksekusi.

“Untuk bidang pidum ini perkara lainnya adalah Kamtibum dan TPUL 48 perkara, tindak pidana orang dan harta benda (OHARDA) 52 perkara,  dan anak 10 perkara,” ucap Wahyu.

Sementara untuk bidang pidana khusus ada 2 perkara tindak pidana korupsi yang ditangani dan berhasil menyelamatkan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

“Pidsus ada 2 perkara yaitu di Jempang ( proyek pengaspalan jalan poros dari Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang menuju Trans Kaltim) dan (dugaan korupsi pembangunan) Kristen Center. Barang bukti yang sudah kita selamatkan adalah Rp 1.327.552.000. Kemudian untuk perkara Perdata dan Tata Usaha Negara ada 9 MoU, pelayanan hukum 18 dengan penyelamatan dan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 1.674.321.000,” bebernya.

Sedangkan bidang intelejen lanjut Wahyu ada satu kasus yang menjadi perhatian. Yaitu dugaan kehadiran kembali organisasi terlarang gafatar di bumi Sendawar.

“Jadi ada dua keluarga yang berjumlah 10 orang datang ke Kutai Barat yang kita lihat mereka ini masih berinduk dengan organisasi Gafatar. Yang kita kuwatirkan mereka ini masih aktif dan masih menyebarkan ajarannya ini. Maka kita rekomendasikan ke pemda untuk dipulangkan saja ke daerah asal,” tegas mantan Kejari Wonosobo itu.

“Untuk itu kita juga punya program penyuluhan hukum yang fokusnya ke generasi milenial. Untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan anti korupsi sejak dini,” lanjut Wahyu Triantono yang juga memimpin apel peringatan hari anti korupsi se-dunia di kantornya.

Terakhir Korps Adhiyaksa kata dia juga berhasil menghimpun pendapatan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 2 miliar lebih.

“PNBP ini dapat dari tilang, biaya perkara, denda narkotika anak dan tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Wahyu menegaskan tidak akan mentolerir kasus-kasus apapun. Namun kedepan pihaknya tetap mengedepankan pencegahan daripada penindakan.

“Sesuai dengan program jaksa agung bahwa kita akan melakukan pencegahan. Bekerja sama dengan pemda setempat untuk meminimalisir penyalahgunaan kewenangan. Alangkah lebih bagusnya kalau kita bisa mencegah. Kalau sudah terlanjur ya apa boleh buat.  Tetapi Penidakan adalah hal yang terakhir bagi saya,” tutup Wahyu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00