• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Iptek

Ribuan Guru di Kutai Barat Belum Sertifikasi

14 November
21:57 2019
1 Votes (4)

KBRN, Sendawar : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur mencatat, hingga akhir 2019 masih ada ribuan guru yang belum ber-sertifikasi. Baik PNS maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT).

“Kita memang belum hitung detail tapi lebih dari dua ribu ada, itu mulai dari TK,SD dan SMP. Kalau SMA sudah kewenangan provinsi tapi kan mereka mengajar di daerah kita. Kalau tambah SMA ini lagi maka jumlah yang belum sertifikasi ini sekitar tiga ribuan. Itu baru yang PNS. Sedangkan yang PTT sampai sekarang jumlahnya 2.412 orang baik yang guru maupun yang tendik,” jelas Kepala seksi pendidikan dan tenaga kependidikan pada Disdikbud Kubar H.Ruspidi, saat menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) sertifikasi guru di hotel Sidodadi kelurahan Simpang Raya Kecamatan Barong Tongkok, Kubar Kamis (14/11/2019).

Ruspidi mengatakan lambatanya sertifikasi guru di Kubar karena keterbatasan anggaran. Sehingga tiap tahun hanya bisa mengikutsertakan puluhan hingga ratusan guru. Di sisi lain kata Ruspidi banyak guru yang belum memenuhi syarat untuk mengikuti proses sertifikasi. Mulai dari akademis, masa kerja hingga kompetensi.

“Memang syarat ikut sertifikasi itu pendidikan sudah harus S1. Lalu mendapat SK atau mengajar kurang lebih 5 tahun. Terus yang wajib adalah harus punya Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK),” jelas Ruspidi.

Untuk memfasilitasi guru-guru yang belum memenuhi syarat itu lanjut Ruspidi, akan dibekali melalui Bimtek sertifikasi guru (sergu). Seperti yang digelar kali ini dengan mengikutsertakan 254 guru TK/SD dan SMP se-Kutai Barat.

Namun Ruspidi menyayangkan kesempatan itu disia-siakan peserta. Lantaran target awal seharusnya 800 peserta namun hanya 300 yang ikut. Itupun ada 36 guru yang gagal masuk bimtek sertifikasi. Sehingga hanya 25 persen yang ikut.

“Sebenarnya yang kita undang itu 800 orang tapi hanya 300 yang terdaftar. Lalu sampai waktu Bimtek sergu ini ternyata hanya 254 yang ikut seleksi akademik. Karena ada 10 yang kita undang khusus itu operator,” katanya.

“Yang 36 termasuk yang ratusan lain itu ada beberapa alasan. Pertama ijazahnya tidak sesuai yaitu tidak linier sesuai pendidikan dan tidak ada akta empat. Kedua terlambat dapat informasi karena mereka tidak buka informasi yang kita kirim melalui media online. Ketiga banyak yang gagal mengirim data pada saat seleksi,” tambah Ruspidi.

Meski begitu Disdikbud kata dia akan tetap membatu para guru yang kesulitan memenuhi syarat ikut sergu tersebut.

“Makanya kita adakan bimtek ini supaya mereka tau alur-alur sertifikasi guru. Karena ada 2 narasumber yang kami undang yaitu dari lembaga penjamin mutu pendidikan tingkat provinsi. nanti mereka yang ikut hari ini akan dilanjutkan dengan pre test tanggal 18 nanti. Kalau lulus baru bisa kita masukan ke daftar PPG,” bebernya.

“Kemudian dalam bimtek ini juga disampaikan materi tentang TIK. Yaitu menjadi guru profesional menyambut era teknologi 4.1. Karena nanti kedepan dunia pendidikan kita akan menggunakan tenologi termasuk mengurus syarat sergu ini. Hanya sekarang kita maklumi karena banyak daerah yang belum ada signal internet sehingga ini yang agak sulit,” tutup Ruspidi.

“Disini jaringannya lambat. Kalau mau semua harus lewat online kadang-kadang putus terus. Ini yang membuat data kita sering hilang,” ungkap Rendi, salah satu guru dalam sesi tanya jawab dengan narasumber.

“Kami ini sudah pernah ikut pretest tahun 2018 itu tidak pernah dipanggil. Mohon jelaskan apakah kami harus ikut ulang di tahun ini,” tanya Samuel guru lainnya.

“Tidak perlu ikut lagi kalau sudah lulus pretest tahun sebelumnya. Tinggal tunggu saja nanti akan dipanggil,” jawab Santian, narasumber dari LPMP Kaltim.

Naina salah satu guru dari kecamatan Bentian mengaku sangat sulit mengikuti sertifikasi guru jika semua wajib online. Sebab daerah di wilayah perbatasan Kaltim-Kalteng itu sulit mengakses jaringan telekomunikasi apalgi internet.

“Kami di Bentian itu pak signal pakai cari. Kalau mau dikirim semua data pake intenet itu susah. Tapi biar di perbatasan kami punya semangat untuk bisa jadi guru profesional. Biar tidak sertifikasi saya tidak pernah berkecil hati. Justru saya bangga, banyak murid saya yang sudah jadi sarjana jadi pejabat,” ujar wanita yang menjadi guru sejak 1997 itu.

“Di Bentian itu tidak ada tower pak. Naik gunung turun gunung hanya mau cari signal jadi kalau mau digital jauh ketinggalan kami. Makanya tolong sampaikan pesan saya untuk pak menteri pendidikan yang baru tolong bangun tower supaya guru di perbatasan profesional semua. Kami ini mau belajar IT kalau memang ada signalnya,” ungkap Naina disambut tepuk tangan ratusan guru.

“Bagi saya guru itu adalah pengabdian. Menurut saya guru itu artinya guna untuk rakyat umum,” katanya lagi disambut standing aplause meriah.

“Baik bu kami senang semangatnya ibu ini. Tapi memang untuk guru di zona 3T (terpencil, terluar dan terdepan) itu masuk kategori daerah khusus. Jadi perhatian dan perlakuannya pasti beda,” ungkap Santian, narasumber dari LPMP Kaltim menjawab keluhan si pahlawan tanpa tanda jasa yang mengabdikan diri di daerah pedalaman tersebut.

Santian berpesan kepada semua guru yang belum bersertifikasi agar tetap mengikuti aturan yang berlaku karena itu merupakan syarat yang sudah ditetapkan pemerintah.

Sebagai informasi data pokok pendidikan dasar dan menengah (dapodik) kemendikbud menyebut, jumlah guru PNS di Kutai Barat pada semester 2019/2020 tercatat sebanyak 3.507 orang. Terdiri dari 1.327 guru laki-laki dan 2.180 guru perempuan yang tersebar di 16 Kecamatan.

Dengan rincian guru SD 2.101 orang, SMP 1.402 orang, SMA 341 orang dan SMK 253 orang. Jumlah sekolah sebanyak 302 buah mulai dari SD sampai SMA baik swasta maupun negeri.

Jika ditambah guru PTT sebanyak 2.412 orang maka jumlah total guru di Kubar mencapai 5.919 orang. Ini belum termasuk guru honorer serta guru PAUD/TK.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00