• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi dan Bisnis

Lewat Ferry Penyebrangan, Perputaran Uang di Muara Benangaq-Kubar Capai Rp 60jt/Bulan

13 November
10:36 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Pelaksanaan Program Dana Desa (DD) dimenfaatkan dengan sangat baik oleh Pemerintah Kampung/Desa Muara Benangaq, Kecamatan Melak Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Secara bertahap, Pemerintah Kampung Muara Benangaq terus melakukan pembangunan dari sisi infrastrukur Jalan dan Pelabuhan yang memang sangat dibutuhkan baik oleh Warga setempat maupun masyarakat dari Kampung sekitar.

“Paling pertamakan itu warga Kampung Muara Kalaq, Linggang Merimun, Muara Batuq bahkan yang  dari Kelumpang dan Merayaq Kecamatan Mook Manaar Bulatn, kalau mau urusan ke Barong atau Kabupaten itu mereka lewat Muara Benangaq, nah itu yang dari seberang sini. Kalau dari seberang sana, keluarga-keluarga kita yang dari Barong Tongkok, Bigung, Tering dan sekitarnya kalau mau keseberang pasti mereka lewat kita sini pak,”Kata Kepala Kampung atau Petinggi Muara Benangaq Ismawi kepada RRI Sendawar, Rabu (13/11/2019).

Hal itu, menurutnya karena akses transportasi dari dan menuju Kampung Muara Benangaq Kecamatan Melak dan sejumlah Kampung di Kecamatan Mook Manaar Bulatn sangat efisien dan tidak terlalu beresiko.

“Pertama jalannya Pintas, yang kedua tidak beresiko terkecuali hujan. Karena kalau naik turun gubung lewat sini tidak ada, jadi resikonya kurang,”ungkap Ismawi

Saat ini lanjutnya, kondisi infrastruktur jalan di Kampung yang terletak di Pinggir Sungai Mahakam itu, terutama dari area Pelabuhan penyebrangan sudah terbangun dengan baik, dibantu oleh sejumlah perusahaan yang beroprasi di Wilayah tersebut, dan baru saja di resmikan oleh Bupati FX Yapan tahun 2019 ini.

Ismawi mengaku, dengan terbagunnya infrastruktur yang layak sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui usaha ferry penyebrangan yang digeluti sebagian warga setempat.

Dimana perputaran uang di Kampung berpenduduk lebih dari 600 jiwa itu, mencapai Rp60.000.000 sampai Rp70.000.000 per-bulan, melalui usaha penyebrangan yang beroprasi selama 24 jam tersebut.

“Ya kita sebagai pemerintah kampung inikan punya kewajiban untuk memberdayakan masyarakat, tinggal mereka berpikirnya seperti apa. Nah setelah kita buka kemarin jalan yang pembangunan dibantu oleh sejumlah perusahaan disini, perputaran perekonomian masyarakat sangat drastis. Terutama lewat Ferry penyebrangan, itu motor yang kita data itu 200 sampai 400 motor per-hari, belum mobilnya. Dari situ perputaran uang di kampung kita satu bulannya kurang lebih Rp60 juta sampai Rp70 juta,”tandasnya

Karena tambah Ismawi, warga yang menggeluti usaha ferry penyeberangan ini bisa mendapatkan Rp1.500.000 sampai dari Rp3.000.000/harinya. Jika cuaca hujan berkisar Rp1.000.000 lebih dan sebaliknya jika cuaca baik bisa mencapai lebih dari Rp3.000.000.

“Jadi kalau kita ambil rata-rata Rp2 juta per-hari, perhitungan kita berkisar Rp60 juta per-bulan, jadi itu perputaran uang di Kampung kita, hasil Dana Desa yang sudah kita bangun,”tambahnya.

Ismawi menegaskan, untuk terus mendukung usaha masyarakat tersebut, Pemerintah Kampung saat ini berupaya melakukan pembangunan Pelabuhan Ferry penyeberangan yang baru dan lebih layak dilengkapi fasilitas penerangan, ruang tunggu dan fasilitas pendukung lainnya. Dengan estimasi ukuran lebar 4 meter dan panjang 25 meter, yang ditargetkan terealisasi tahun 2020 mendatang.

Ia menyebutkan, ogkos yang harus dikeluarkan masyarakat menggunakan fasilitas Ferry penyebrangan di Kampung Muara Benangaq yakni, masing-masing untuk kendaraan Roda dua sebesar Rp5000/unit mulai pukul 05.00 – 20.00 Wita. Kemudian dari Pukul 20.00 – 22.00 wita Rp10.000 dan dari Pukul 22.00 – 05.00 Wita dengan tarif Rp20.000/unit kendaraan R2.

Sementara untuk  kendaraan Roda Empat, mulai pukul 05.00 – 22.00 Wita seharga Rp30.000 tanpa muatan, sedangkan dengan muatan dari 1 sampai 2 ton dihargai Rp50.000/unit. Kemudian dari Pukul 22.00  – 05.00 Wita dengan tarif Rp100.000/unit kendaraan R4. Adanya perbedaan harga karena Pemerintah Kampung sudah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan pihak Asuransi Jiwa (Jasa Raharja).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00