• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Kutai Barat Terima Sertifikat Indikasi Geografis Tenun Doyo dari Kemkumham RI

12 November
17:18 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kembali mengukir sejarah, dimana untuk pertama kalinya mendapat Sertifikat Indikasi Geografis “Tenun Doyo Benuaq Tanjung Isuy Jempang Kutai Barat” dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, tahun 2019.

Sertifikat Indikasi Geografis sendiri merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut yang memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan atau produk yang dihasilkan.

Sertifikat itu, diberikan kepada Kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geograifs (KMPIG) Tenun Doyo Benuaq Tanjung Isuy Jempang Kutai Barat (TDBJKB), Kampung Tanjung Isuy Kecamatan Jempang, Kabupaten Kubar.

Diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Gati Wibawaningsih kepada Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan didampingi Sekretaris Daerah Yacob Tullur, Kepala Disdagkop dan UKM Kubar Salomon Sartono, Camat Jempang Jumra dan Perwakilan Kelompok Tenun Tanjung Isui, Jempang. Pada pembukaan Ianugurasi Modest Fashion Project (MOFP), di Jakarta, Selasa (12/11/2019)

“Sertifikat indikasi geografis ini adalah salah satu komponen hak kekayaan intelektual yang sangat penting, terkait nama daerah dan tempat asal produk. Kekayaan produk indikasi geografis bisa menjadi potensi bagi masyarakat kita kalau benar-benar dikelola,” Kata Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan usai menerima sertifikat tersebut.

Ditambahkan, Sertifikat itu diberikan berdasarkan hasil Pemberkasan dan Verifikasi Indikasi Geografis yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemenkumham bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI, sejak tahun 2017 hingga 2019.

 “Puji syukur kepada Tuhan, atas segala rahmat-Nya dalam memperlancar segala proses mulai dari Pengajuan, Pemberkasan dan Verifikasi Indikasi Geografis Tenun Doyo Benuaq Tanjung Isui Jempang Kabupaten Kutai Barat, hingga kini mendapat sertifikat resminya,”Ucap  Yayuk

Sertifikat Indikasi Geografis ini lanjut Yayuk, nantinya akan diserahkan secara resmi kepada Kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (KMPIG-TDBJKB) Kampung Tanjung Isuy Kecamatan Jempang.

“Ini menjadi Hak Eksklusif yang diberikan kepada Kelompok Tenun Doyo Tanjung Isuy Jempang, dimana terdapat hak-hak yang memungkinkan untuk mencegah penggunaan oleh pihak ketiga yang produknya tidak sesuai dengan standar yang berlaku dan pihak-pihak yang "MENGAKU" Tenun Doyo berasal dari daerah diluar Tanjung Isui Jempang, Kabupaten Kutai Barat,”lanjutnya

Melalui kesempatan tersebut, Yayuk menymapaikan terima kasih kepada  semua pihak yang sudah membantu segala proses pengajuan sampai terbitnya Sertifikat Indikasi Geografis Tenun Doyo Benuaq Tanjung Isui Jempang Kabupaten Kutai Barat, mulai Tim Verifikasi Kementrian Perindustrian yang sudah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Dekranasda dan terkhusus kepada Pemerintah Kecamatan Jempang, Lembaga Adat, Petinggi, BPK, Para Pengrajin Tenun Doyo serta KMPIG Tenun Doyo Benuaq Tanjung Isui Jempang.

Ia berharap kedepannya akan semakin banyak produk, mulai dari Wastra, Kerajinan dan lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten Kutai Barat dapat didaftarkan Hak Eksklusifnya baik Indikasi Geografis maupun HKI-nya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00