• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kurangi Ketimpangan, Pemerintah Fokus Bangun Infrastruktur di Desa

20 October
18:46 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Pembangunan infrastruktur perdesaan jadi fokus pemerintah kabupaten Kutai Barat (Kubar) dalam 4 tahun terakhir. Tujuannya mengurangi ketimpangan pembangunan antar kota dan desa sehingga bisa tercipta  pembangunan yang adil dan merata di semua wilayah.

Kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kubar Pilip,ST mengatakan,  infrastruktur di perkotaan mayoritas sudah baik dan tinggal perawatan saja. Sedangkan di desa-desa banyak kekurangan. Masih banyak daerah yang belum terkoneksi akibat rendahnya kualitas jalan maupun jembatan. Untuk itu pemerintah kata Pilip akan fokus memperbaiki akses penghubung tersebut.

“Untuk perkotaan kan sudah bagus sehingga kita lebih fokus ke kecamatan dan kampung. Tahun ini untuk jalan dan jembatan kita bangun misalnya ke kecamatan Siluq Ngurai sampai Muara Pahu dan Penyinggahan. Terus ke Bongan, lalu di Nyuatan dan Mook Manar Bulatn dan masih banyak yang ke desa-desa,” katanya kepada RRI di Sendawar Minggu (20/10/2019).

“Banyaknya pembangunan ke luar kota ini tujuannya untuk mencapai pemerataan. Memang ada beberapa wilayah yang belum tersentuh tapi kita sudah data semua untuk kita prioritaskan pembangunannya,” tambah Pilip.

Gencarnya pembangunan infrasrtuktur tersebut ujar Pilip sejalan dengan nawacita pemerintah yakni membangun dari pinggiran. Targetnya untuk jalan desa atau jalan poros yang belum beraspal akan diaspal atau semenisasi.

“Kita fokuskan yang masih jalan tanah itu ditingkatkan baik aspal maupun semenisasi. Kita juga terus koordinasi dengan pemprov Kaltim untuk urus jalan yang jadi kewenangan provinsi. Terus daerah yang jalannya sudah baik kita fokuskan ke pembangunan potensi ekonomi. Misalnya  drainase, irigasi bendungan supaya ekonomi di kampung tumbuh cepat,” ujarnya.

“Kalau untuk anggaran cukup besar baik dari pusat maupun provinsi dan daerah. Umpamanya dari DAK fisik kita bangun jalan di Isui kecamatan Jempang, lalu di Mendika kecamatan Damai,” tutup Pilip.

Hasil nyata pembangunan ini dirasakan langsung masyarakat pedesaan. Salah satunya diungkapkan Udin dan sejumlah warga kampung Intu Lingau kecamatan Nyuatan. Pasalnya sudah puluhan tahun desa di pedalaman ini sedikit terisolasi karena minimnya akses penghubung. Namun kini desa berpenduduk lebih dari 2 ribu jiwa itu bisa bernapas lega setelah pemerintah membangun 3 jembatan dan semenisasi jalan menuju daerah mereka.

“Masalah jalan sudah tidak ada keluhan lagi. Realisasinya sudah terlihat jelas warga disini sangat berterima kasih sama pemerintah,” ungkap Udin warga RT 04 Intu Lingau.

“Semenjak pemerintah yang sekarang 3 jembatan sudah dibangun. Kemudian jalan yang dari simpang ketat sudah terlaksana sampai Siat. Tidak susah lagi kalau ke kota,” tambah Berliansyah warga lainnya.

“Nyata sudah warga merasakan. Jadi orang bawa labu, jualan pisang dan hasil kebun bisa langsung ke kota. Kalau dulu banyak busuk karena tidak ada jalan. Sedangkan  jalan ke kota bisa 3-5 jam tapi sekarang 1,5 jam saja sudah sampai kota,” sebut kepala desa Intu Lingau Abet Nego.

Terbukanya akses jalan dan jembatan ini diharapkan bisa merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, sekaligus mengurangi disparitas harga barang antar wilayah.  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00