• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosbud

Kesbangpol Kubar : Dari 98 Ormas dan LSM Terdaftar, Hanya 23 yang Aktif

19 October
03:09 2019
2 Votes (3.5)

KBRN, Sendawar : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mencatat, ada 98 organisasi masyarakat (ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang terdaftar secara resmi. Namun dari jumlah itu hanya 23 yang aktif. Sedangkan 75 ormas dan LSM dinyatakan tidak aktif.

Data terakhir yang dirilis kesbangpol pada Sabtu (19/10/2019) menyebutkan, jumlah LSM yang terdaftar sebanyak 18 lembaga. Namun hanya 3 yang aktif. Sedangkan 15 LSM lainnya dinyatakan kedaluwarsa karena masa berlaku surat keterangan terdaftar (SKT) sudah habis.

Sementara untuk ormas tercatat sebanyak 80 organisasi yang terdaftar secara resmi namun hanya 20 yang aktif. Selebihnya tidak memiliki izin lagi karena tidak diperpanjang SKT oleh kesbangpol, bahkan vakum dan tidak jelas kepengurusan serta alamatnya. Rata-rata ormas dan LSM yang tidak aktif itu mulai terdaftar sejak 2005 sampai 2016.

“Jadi yang tidak aktif itu semua karena izin SKT-nya mati atau kedaluwarsa,” jelas sekertaris Kesbangpol Kubar Isak Pongsamma.

Menurut Isak, paramater aktif tidaknya suatu ormas atau LSM, dilihat dari laporan kegiatan lembaga sesuai bidang masing-masing. Namun kenyataannya mayoritas organisasi itu jarang melapor. Bahkan ada ormas maupun LSM hanya mendaftar dan tidak pernah menyampaikan kegiatan keorganisasian atau kemasyarakatan.

“Kalau sesuai aturan bahwa setiap melakukan kegiatan harus ada laporannya ke kesbangpol. Laporan itu ada yang tiap bulan, kemudian triwulan dan per enam bulan. Tapi ada yang belasan tahun tidak ada itu laporan,” ujarnya.

Meski demikian Isak mengaku kesbangpol tidak punya wewenang membubarkan atau menghentikan kegiatan ormas dan LSM. Hal itu juga merujuk pada UU Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.

“Karena yang mengeluarkan surat keterangan terdaftar (SKT) sekarang langsung oleh Mendagri. Bukan lagi kewenangan kita meskipun itu ormas lokal. Kita hanya memberi rekomendasi sesuai hasil verifikasi, kalau lengkap kita kirim. Kemudian kalau sudah keluar izinnya mereka harus melapor lagi di daerah,” ungkapnya.

Lebih jauh Isak menegaskan semua ormas atau LSM harus mematuhi aturan yang ada dan tidak boleh bertentangan dengan ideologi negara.

“Ya jelas kalau mendirikan ormas atau LSM harus sesuai dengan Undang-Undang Dasar.  Terus dasarnya harus pancasila dan tidak boleh terafiliasi atau ikut-ikut dengan paham radikal dan kalau ada yang menyimpang bisa dibubarkan, itu dilarang,” tegasnya.

“Makanya kita imbau seluruh ormas supaya tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah lewat kesbangpol, termasuk koordinasi dengan TNI-Polri dalam kegiatannya,” tutur Isak Pongsamma.

Terpisah ketua ormas Macan Dahan Kubar Alfian Lihawa menilai pengawasan dan pembinaan dari kesbangpol masih kurang sehingga banyak ormas yang mati suri dan vakum.

“Saya sudah jadi anggota ormas mulai di GP Ansor dan PDIB sekitar 5 tahun lalu itu ada kegiatan pembinaan seperti P4 atau rapat konsolidasi. Tapi akhir-akhir ini jarang ada kegiatan pembinaan seperti itu. Pemerintah perlu membina karena kehadiran LSM atau ormas itu tidak semata-mata membebani pemerintah. Nah yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar itu juga harus dicek. Sekertariatnya dimana, apa kegiatannya,” ujar pria yang kerap disapa Boy Alfian itu.

“Seperti di Macan Dahan banyak kegiatan sosial yang kita jalankan. Nah itu kan rugi sebenarnya. Tapi kita tidak patah semangat untuk tetap bersinergi dan mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Kalau mau minta presentase pun kami siap. Kami juga tidak radikal, kami cinta NKRI karena itu harga mati bagi kami,” bebernya.

Ketua LSM lembaga adat dayak Albinus Ali menambahkan, banyak ormas dan LSM yang mengatanamakan suku tertentu namun kegiatannya justru tidak sejalan dengan visi-misi organisasi.

“Misalnya kami ini bergerak dibidang adat. Kita bekerja sama dengan pemerintah melakukan sosialisasi tentang narkoba sampai bantu mengurus tapal batas kampung. Itu tidak ada dibiayai pemerintah walaupun kami terdaftar di Kesbangpol. Tapi banyak ormas yang ada di Kutai Barat ini hanya bermain untuk mencari kehidupan. Tidak jelas apa yang mereka perjuangkan padahal mereka bawa-bawa nama adat, suku atau paguyuban. Jangan sampai mereka hadir bukan bela masyarakat dan bantu pemerintah tapi jadi mitranya perusahaan. Nah ini yang harus dibuat tegas,” ujar Albinus.

“Ormas seperti ini tidak patut dipelihara. Karena kadang hanya muncul sesaat habis itu tidak tau kemana, apa kegiatannya dan kepada siapa mereka bertanggung jawab,” tegas Albinus.

“Kalau jaman kami dulu itu ada izinnya, tapi tidak tau pengurus yang sekarang ini mungkin tidak urus perpanjangan lagi,” tambah Abet Nego pengurus salah satu ormas paguyuban yang dinyatakan tidak aktif atau kedaluwarsa sejak tahun 2008.

Berdasarkan data Kesbangpol Kubar dari 98 ormas dan LSM terbagi dalam beberapa kategori. Yakni LSM berjumlah 18 namun yang aktif hanya 3. Kemudia untuk kategori ormas terdaftar sebanyak 80 organisasi namun hanya 20 yang aktif. 60 ormas lainnya tidak mengurus perpanjangan izin baik di daerah maupun melalui kementerian dalam negeri atau kementrian hukum dan Hak Asasi Manusia di tingkat pusat.

Dengan rincian, ormas yang berdasarkan kegiatan ada 42 yang terdaftar namun hanya 11 yang aktif, dan 31 kedaluwarsa. Kemudia ormas profesi sebanyak 8 dan semuanya kedaluwarsa alias tidak aktif.

Berikut ormas keagamaan dari jumlah 15 hanya 4 yang aktif. Sisanya juga sama kedaluwarsa. Lalu ormas paguyuban dari 5 hanya 1 yang aktif. Menyusul ormas kepemudaan dari 3 yang terdaftar seluruhnya tidak aktif.

Sementara ormas yang bergerak dibidang hukum ada 4 dan semuanya aktif. Terakhir ormas sesuai fungsi terdaftar 3 namun tidak aktif lagi.

Ini belum terhitung ormas dan LSM yang sama sekali tidak terdaftar baik di pusat maupun di daerah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00