• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dua Desa di Kubar Dinyatakan Layak Jadi Lokasi Transmigrasi Lokal

18 October
16:30 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melakukan Kajian Potensi Pengembangan dan Study Kelayakan lokasi Transmigrasi Lokal (Translok), bekerjasama dengan Unit Layanan Strategis (ULS) Universitas Mulawarman (Unmul) tahun 2019.

Kepala Disnakertrans Kubar Silan melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Transmigrasi, Edison Suanto saat di konfirmasi RRI Sendawar, Jumat (18/10/2019) menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Translok tahun 2019, dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup Warga lokal, terutama yang tinggal dibantaran sungai.

“Ini merupakan Transmigrasi tempatan. Alasannya, pertama pemindahan masyarakat dibantaran sungai yang terdampak banjir. Kemudian kalau kita lihat di Kampung-kampung itu, banyak dalam satu rumah itu terdiri dua atau tiga Kepala Keluarga. Jadi ini dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat,”jelasnya.

Dari hasil kajian itu, lanjut Edison, Daerah yang dianggap layak untuk dijadikan lokasi Transmigrasi Lokal yakni Desa/Kampung Sentalar Kecamatan Nyuatan dan Kampung Besiq Kecamatan Damai. Saat ini, tahapannya menunggu Draft Surat Keputusan (SK) Legalitas Lahan dari Bupati Kabupaten Kutai Barat.

Sedangkan Warga yang nantinya menjadi sasaran untuk dipindahkan ke-lokasi tersebut berasal dari 5 Kampung, pertama di Kampung Sentalar Kecamatan Nyuatan, kemudian 4 Kampung lainnya yakni Kampung Besiq, Bermai, Muara Nilik, dan Kampung Muara Nyahing Kecamatan Damai.

“Untuk lokasinya yaitu di Kampung Sentalar Kecamatan Nyuatan dan di Besiq Kecamatan Damai. Nah kalau luasannya, di Kampung Sentalar itu kurang lebih 400 hektare, demikian juga di Besiq dengan luasan sekitar 448 hektare,”lanjut Edison.

Sementara untuk Kuota jumlah Kepala Keluarga (KK) yang akan dipindah tempatkan, masing-masing 150 KK di Kampung Sentalar Kecamatan Nyuatan dan 125 KK di Kampung Besiq Kecamatan Damai.

Edison Suanto menegaskan, Program Transmigrasi Lokal ini tidak hanya sekedar memindahkan, namun Pemerintah juga membangun Rumah tempat tinggal baru, bahkan menanggung jatah hidup masyarakat selama 1,5 tahun pasca dipindahkan.

“Untuk Program Transmigrasi ini dia berbeda dengan Program Sosial lainnya, misalnya seperti Bedah Rumah. Kalau program transmigrasi ini dia jangka panjang, seperti ini tadi, mulai dari evaluasi lahan, kelayakan dan ini setelah study kelayakan ini, nanti kita lanjut yang namanya Rancangan Teknis Satuan Pemukiman (RTSP), mungkin ditahun 2020 atau 2021. Setelah itu baru dilakukan pembangunannya, termasuk menanggung jatah hidup mereka. Itu semua dari Pemerntah Pusat,”tegasnya.

Program Transmigrasi ini, terang Edison Suanto di Khususkan bagi Warga Kabupaten Kutai Barat bukan dari Luar Daerah. Bahkan upaya pemindahan dilakukan berdasarkan usulan dari Masyarakat lokal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00