• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintahan

Pemkab Kubar Siapkan Aplikasi Sistem Informasi Aset Berbasis GIS

14 October
21:43 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) bakal memanfaatkan aplikasi, sebagai sarana informasi dan publikasi aset milik Pemerintah.

Nantinya, seluruh Barang Milik Daerah (BMD) akan dimuat dalam database online dan bisa diakses melalui aplikasi di telepon pintar (smartphone). Aplikasi tersebut berbasis Geographic Information System (GIS), atau sistem informasi geografis. Sehingga aset pemerintah khususnya aset tidak bergerak seperti tanah dan bangunan akan langsung dilengkapi peta lokasinya.    

Untuk mewujudkan program itu, BKAD Kubar sudah menjalin kerja sama dengan PT. Fasade Kobetama Internasional sebagai pengembang aplikasi. Tahap awal, sudah dilakukan sosialisasi dan pemaparan laporan pendahuluan susunan database BMD berbasis GIS yang digelar Senin (14/10/2019), di ruang rapat kantor Bapeda, kompleks perkantoran Pemkab Kubar.

Sekretaris BKAD Kubar, Rion menjelaskan, aplikasi Sistem Informasi Aset Berbasis GIS, akan mempermudah pencatatan dan pendataan aset agar tidak terjadi tumpang tindih di lapangan. Pasalnya, menejemen aset pemerintah selama ini dinilai belum optimal. Bahkan, ada aset pemerintah yang tidak tercatat. Baik dari aspek legalitas, jumlah, nilai, hingga lokasi atau keberadaannya kerap tidak jelas.

“Penyusunan database BMD berbasis GIS ini, tujuannya untuk memperkuat penyajian data. Yang nantinya dibuat dalam aplikasi di smartphone. Jadi, tidak harus bawa laptop atau PC ke mana-mana tapi kita bisa langsung mengakses, mengecek semua aset pemerintah. Ada dimana, untuk apa, siapa yang mengelola itu, kita langsung tahu tanpa dibatasi ruang dan waktu,” jelas Rion.

Aplikasi online itu kata Rion, akan mempermudah pelayanan dan pemanfaatan aset pemerintah untuk kepentingan masyarakat, sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang baik melalui sistem pengelolaan kekayaan daerah yang memadai, informatif, transparan dan akuntabel. Mengingat, aset merupakan komponen penting dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Karena kita bekerja memang untuk kepentingan masyarakat. Caranya, dengan memanfaatkan seluruh aset dan sarana-prasarana pemerintah dengan baik,” katanya.

Sementara Suharyono, dari PT. Faseda Kobetama Internasional mengatakan, tujuan pembuatan sistem database barang milik daerah berbasis GIS itu untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan aset pemerintah. Fitur aplikasi itu juga dilengkapi peta lokasi aset, khususnya aset tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan. Tujuan lainnya adalah mendukung keterbukaan informasi publik mengenai pemanfaatan aset daerah.

“Jadi, aplikasi ini bisa diakses oleh siapapun. Untuk menunjang tugas dan fungsi pelayanan masyarakat, terutama keterbukaan informasi. Jangan sampai pemerintah punya aset dimana-mana tapi, masyarakatnya tidak tahu. Dengan sistem GIS ini, juga mempermudah pengelolah barang untuk mengetahui kondisinya, jumlahnya berapa,” jelasnya.

“Lalu, mempermudah para pengambil keputusan mulai dari Kepala Daerah sampai dinas instansi mengenai aset. Tersebar dimana dan digunakan untuk apa. Dan yang tidak kalah penting, ini bisa dipakai untuk bergaining. Artinya, kita belajar untuk saling terbuka. Misalnya, aset ini rusak, pemerintah mau perbaiki sudah ada datanya. Jangan yang rusak atapnya saja tapi, malah diperbaiki semuanya. Disinilah fungsi aplikasi ini untuk mengetahui secara detail,” pungkas Suharyono.

Ditargetkan, tahun depan aplikasi Sistem Informasi Aset Berbasis GIS itu sudah bisa beroperasi. Karena itu, Pemerintah Daerah diharapkan segera menyusun seluruh aset sesuai dengan kondisi terkini, dan memenuhi azas fungsi, akuntabilitas, kepastian hukum, serta efisiensi.

Untuk diketahui, acara tersebut dihadiri Sekretaris BKAD Kubar, Rion, Kepala Bidang Kekayaan dan Aset, Lesmon Daniel, dan pihak PT. Faseda Kobetama Internasional, serta sejumlah pegawai dari Kecamatan maupun OPD Pemkab Kubar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00