• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah Tk. 2

Pemindahan Ibu Kota Negara, LAB Kubar: Masyarakat Dayak Harus Diberdayakan

23 August
16:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar : Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke-Pulau Kalimantan, menjadi Isu yang kini tengah hangat diperbincangkan di Tanah Air. Apalagi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil sempat mengeluarkan Pernyataan bahwa Kalimantan Timur (Kaltim) telah dipilih menjadi Ibu Kota Negara yang baru. Yang kemudian dibantah oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Bogor, Kamis (22/8/2019).

Meski masih menunggu keputusan final Presiden Joko Widodo. Kepala Lembaga Adat Besar (LAB) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Manar Dimansyah Gamas, saat dikonfirmasi RRI, Jumat (23/8/2019), menanggapi positif rencana tersebut. Walaupun diyakini memiliki dampak Positif dan Negatif, bagi masyarakat Kalimantan, termasuk Warga Kubar Provinsi Kaltim, salah satunya berkaitan dengan arus perpindahan manusia ke Tanah Borneo.

Kendati demikian, sebagian Tokoh Adat Dayak, 6 Etnis Di Kubar, Ia menyatakan dukungan-nya terhadap Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta Ke-Kalimantan demi pemerataan pembangunan yang bermuara untuk Kepentingan dan Kemajuan Bangsa Indonesia.

“Kesempatan mendapat hidup yang layak adalah hak semua warga Negara Indonesia. Jadi ini momentum baik buat pembuktian, bahwa Negara kita tidak hanya fokus pada pembangunan saja, tetapi Negara Indonesia dibangun untuk semua. Sebagai Kepala Adat Kubar, tentu saya menyampaikan apresiasi, namun di sisi lain saya tidak pungkiri ada rasa khawatir dan cemas dengan masyarakat kita. Apakah kita sudah siap ? SDM kita, apakah sudah siap ? Sementara kita ketahui bersama usia Kabupaten Kutai Barat baru menginjak 20 Tahun tahun,”katanya

Sejuh ini, tambah Manar Dimansyah, belum ada masalah dan tidak ada penolakan dari masyarakat Adat di Kutai Barat. Namun apabila kokasi Ibu Kota Negara yang Baru telah ditunjuk, Pihaknya Mengharapkan Perlindungan dan Perhatian terhadap Masyarakat Adat Dayak untuk diprioritaskan oleh Pemerintah terutama dari segi pemberdayaan dibidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan aspek lainnya.

“Berpindahnya Ibu Kota Negara ke Kalimantan, tidak akan mengancam keberadaan masyarakat Dayak. Namun Sebaliknya, akan membawa kita yang tinggal di wilayah pedalaman dan perbatasan  Kalimantan ini, menjadi masyarakat yang lebih kokoh dan kuat di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00