• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan dan Gaya Hidup

Penggiat Lingkungan Sesalkan Sungai Karang Mumus Di Samarinda Bagai Tong Sampah Besar bagi Warga

16 August
11:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Misman Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) Samarinda, Kalimantan Timur mengatakan bahwa sungai karang mumus hari ini merupakan tong sampah besar bagi warga Samarinda .

“ bagi saya keliatannya sungai karang mumus ini tidak bertuan gitu jadi harus ada tuan yang memperhatikan , bebas aja di sini mau buang sampah , semua sampah ada disini saya kira sampai hari ini  ” Ungkap Misman. Jumat (14-8-2019).

Sekarang,  terang Misman  sungai karang mumus kondisinya sangat memprihatinkan  dan harus segera dilakukan perbaikan dan penyelamatan secara cepat. Mengingat dari segi warga dan kualitas air sudah sangat buruk .Warna sungai karang mumus saat ini bahkan berwarna  hitam dan berbau tidak sedap.

“ sungai ini harus diselamatkan , apalagi warnanya hitam dan baunya anyir ” Tandas Misman

Oleh karena itu Misman minta kepada semua warga kota Tepian untuk jangan lagi membuang sampah di sungai dan kepada pemerintah tegakan perda larangan membuang sampah di sungai , agar ada efek jera bagi warga yang berani membuang sampah di sungai Misman, Ketua GMSS-SKM Samarinda beristirahat setelah merawat tanaman di Riparian Sungai Karang Mumus, Samarinda, Kaltim.

Misman mengatakan Komunitas pecinta sungai yang tergabung dalam GMSS-SKM Samarinda, Kalimantan Timur, sejak 2016 hingga saat ini telah berhasil menanam sekitar 9.000 pohon di ruang sungai.

"Pohon yang kami tanam ini berada di jalur hijau kanan maupun kiri Sungai Karang Mumus dengan ruang yang termanfaatkan baru sekitar 1,5 km di kedua sisinya, sehingga masih luas ruang yang belum tertanami," kata Terang Misman

Untuk memastikan pohon dapat tumbuh dengan baik, maka ia bersama anggotanya dan masyarakat yang peduli terhadap kebersihan air dan fungsi sungai kerap merawat pohon tersebut, baik merawat dengan cara menyiram, membersihkan rumput di sekitar pohon yang masih kecil, maupun menyulam tanaman yang mati.

Ia mengakui bahwa penanaman pohon sebanyak itu tidak dilakukan seorang diri, namun banyak juga masyarakat perseorangan maupun atas nama kelompok dan lembaga yang datang untuk membantu. Bahkan ada juga bantuan bibit pohon dari dinas dan lembaga. (etha)




tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00