• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi dan Bisnis

PT Davco Beli Karet Petani di Kubar seharga Rp7.500-Rp8.000 per-Kilogram

9 August
16:53 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: PT. Davco di Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok merupakan Investor bidang Perkebunan yang menampung hasil Produksi Karet Petani di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan saat dikonfirmasi RRI Sendawar, Jumat (9/8/2019) berkaitan hal itu mengatakan, memang Perusahaan tersebut sudah lama berdiri, namun baru aktif beroprasi dua tahun terakhir sejak tahun 2017 hingga tahun 2018, berkat dorongan dari Pemerintah dengan pola memproduksi karet setengah jadi.

Sekarang, lanjut Edyanto Arkan, sejak bulan Juli tahun 2019, PT. Davco sudah membuka diri untuk membeli produksi karet Petani, dengan kapasitas 30 Ton/hari, dan harga beli yang cukup baik, antara Rp7.500 hingga Rp8.000/kg.

“Bulan juli 2019 ini, mereka sudah membuka diri untuk membeli karet masyarakat, sampai sekarang terus berjalan. Beberapa waktu lalu kita ada meninjau ke-sana, Jadi hasil karet yang diolah oleh masyarakat masuk ke-PT Davco itu sudah berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, kualitas cukup bagus. Sehingga mereka sekarang bisa membeli berfariasi antara Rp7.500 samapai Rp8.000 per-kilogram,”ungkapnya

Pabrik itu, tambah Edyanto Arkan merupakan salah satu alternatif, bagi para Petani untuk menjual hasil produksi perkebunan karet mereka selain ke-PT. Multi Kusuma Cemerlang (MKC), di Palaran, Kota Samarinda.

Mengingat sebelumnya hanya bergantung dengan penjualan ke-Perusahaan di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui tangan ke-2 atau Penengkulak, yang tentunya mempengaruhi harga beli.

“Ini cukup memberikan harapan kepada masyarakat, ada alternatif pemasaan yang semula hanya pada satu pemasaran, yang ke Banjarmasin. Namun sekarang sudah ada alternatif pemasaran, yaitu di PT. Davco, Kampung Rejo Basuki dengan kapasitas mereka membeli 30 Ton per-hari dan di PT. MKC Palaran, Samarinda,”tambahnya.

Edyanto Arkan menambahkan, Perusahaan membeli produksi karet petani dengan mensortir dalam bentuk Kadar Karet Kering (K3), sehingga dari sanalah ditentukan harga-nya. Jika K3 bisa tinggi mencapai 60 hingga 70 persen, maka harga belipun akan lebih tinggi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00