• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan dan Gaya Hidup

Seluruh Keluarga Diajak Dukung Gerakan Kembali ke-Meja Makan dan 18-21

24 July
15:30 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanl (BKKBN) mencanangkan Gerakan Kembali ke Meja Makan, dan Gerakan 18-21. Pada momen Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXVI, tahun 2019 ini.

Gerakan ini, terus digelorakan pada Peringatan Harganas di seluruh Provinsi di Indonesia, termasuk momen Peringatan Hari Keluarga Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang di Selenggarakan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), pada tanggal 18 Juli 2019.

Berkaitan hal itu, Inspektur Utama BKKBN, Agus Sukiswo saat dikonfirmasi RRI Sendawar menjelaskan, Gerakan Kembali ke-Meja Makan dan Gerakan 18-21, dicanagkan sebagai wujud nyata dari upaya Pemerintah dalam memberikan pembinaan kepada keluarga agar dapat berdaya. Guna menjawab berbagai peluang dan tantangan Industri 4.0 atau Era Industri generasi ke-4 yang kini telah masuk ke-Indonesia.

“Sekarang itu, apalagi era revolusi industri ini ya, namanya kita ketemu Keluarga itu jarang, antara Bapak dan Ibu, apalagi sama-sama pegawai itu jarang. Apalagi Bapak, Ibu sama Anak, dan Keluarga besarnya. Jadi kembali ke-meja makan itu bukan berarti harus di meja makan, di tikar dan lain juga bisa, artinya kita berkumpul, selama jam 18.00 sampai 21.00 yang gerakan 18-21 tadi. Kita bercengkramah bersama keluarga, bertukar pikiran, beradaptasi sehingga keluarga bisa berdaya. Kita juga peduli, bisa berbagi. Itu target kita, sehingga jarak antara keluarga itu tidak jauh,”jelasnya.

Menurut Agus Sukiswo,  laju Industri 4.0, secara langsung dan tidak langsung berdampak terhadap Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembentukan peranan dan relasi anggota keluarga dengan peranan sosialnya. Maka bagi keluarga yang tidak siap menghadapi fenomena tersebut cenderung tidak optimal dalam menjalankan fungsi keluarga.

Berkaitan hal itu, dalam program pembangunan Nasional, lanjut Agus Sukiswo, diawali dengan penguatan dan pembangunan keluarga. Jika keluarga tidak mampu menjawab berbagai peluang dan tantangan Era Industri Generasi ke-4, maka akan menghambat pembangunan nasional menuju 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 mendatang.

Maka itu, Ia mengharapkan bagi seluruh Keluarga di Indonesia termasuk Kutai Barat agar mendukung gerakan tersebut, guna terwujudnya Keluarga yang Berdaya di masa-masa mendatang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00