• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintahan

Hadiri Peringatan Harganas Ke-26 di Kaltim, Inspektur Utama BKKBN: Program KKBPK di Indonesia Menggembirakan

18 July
16:14 2019
1 Votes (5)

KBRN, Sendawar: Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Kelauarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia Agus Sukiswo, hadir langsung dalam upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-XXVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dilaksanakan di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kamis (18/7/2019).

Saat dikonfirmasi awak media, Agus Sukiswo mengatakan, peringatan Harganas ini dilaksanakan secara bergantian dari tingkat Nasional hingga Ke-Daerah dengan salah satu tujuannya, yakni untuk mendengungkan kembali program  Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) agar target Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) 2019, khususnya dibidang pembangunan Keluarga dapat tercapai.

“Jadi itu tujuannya bahwa kita itu harus mensukseskan KKBPK, jadi melalui Harganas ini kita dengungkan kembali, supaya target-target sesuai dengan RPJMN tahun 2019 ini bisa tercapai, melalui Hari Keluarga Nasional, khususnya di pembangunan keluarga. Kalau pembangunan keluarga ini berhasil, saya yakin penduduk tumbuh seimbang akan terwujud,”katanya.

Berkaitan hal itu, Ia menyebutkan program KKBPK di Indonesia menunjukkan dampak positif yang cukup menggembirakan dimana rata-rata wanita usia subur melahirkan, dari angka 6,7 pada tahun 1970 menjadi 2,4 pada tahun 2018. Atau rata-rata jumlah anak setiap wanita usia subur antara 2 atau 3 anak.

Di Kalimantan Timur juga menunjukkan hal demikian, dimana sesuai hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, rata-rata wanita usia subur melahirkan diangka 2,8 dan menurun diangka 2,7 pada tahun 2017.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan, bahwa hal itu menunjukkan kualitas kesadaran masyarakat yang cukup baik untuk berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut.

“Ya artinya kalau dia menurun berarti ada partisipasi Masyarakat, makanya orang yang aktif dalam pembinaan keluarga ini semakin membaik jumlahnya, jadi kalau jumlah-nya menurun terus partisipasinya meningkat, artinya baguskan,”tegasnya.

Untuk itu, Ia berharap agar masyarakat terus mendukung program Pemerintah khususnya dalam pembangunan keluarga agar terciptanya keluarga-keluarga yang berkualitas di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00