• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial dan Budaya

Rakyat Kaltim Telah banyak Mengalami Trauma Di Kolam Bekas Tambang

13 July
10:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Para Penambang Batubara Di Kaltim jangan mau menuai untung saja namun tidak disertai dengan tanggung jawab.

 

“ lakukan sosialisasi kepada warga sekitar, dia jangan hanya menambang saja dong ” Minta Pengamat Lingkungan Kaltim Dr Bernalaus Saragih kepada RRI hari ini.Sabtu ( 13-7-2019 ).

 

Menurutnya, Pemerintah harus hadir ditengah permasalahan tambang yang kian mengkhawatirkan warga disusul dengan kondisi lingkungan Benua Etam yang telah mengalami kerusakan parah. Sehingga hari ini Kalimantan Timur Ungkap Bernat memerlukan ketegasan dari pemerintah dan tanggung jawab perusahaan untuk menutup semua lubang bekas galian tambang.

 

“ ya harusnya Pemerintah hadir, harus ada ketegasan yang nyata dari Pemerintah dan tanggung jawab perusahaan juga untuk menutup semua lubang-lubang tambang itu ” Tegas Bernat.

 

Selain itu Bernat juga minta Pemerintah Provinsi Kaltim dalam hal ini Gubernur untuk berhenti mengeluarkan pernyataan yang justru malah membuat geram warga seperti adanya hantu di lubang tambang, padahal menurut bernat seorang pemimpin harusnya dapat mengeluarkan pernyataan yang rasional, scientific atau ilmiah  berbasis argumentasi yang dapat ditindak. Ini penting mengingat rakyat Kaltim telah banyak mengalami trauma di kolam pertambangan.

Bernat juga minta ketegasan dan penegakan hukum dari para aparat untuk dapat menuntaskan kasus tambang mengingat kasus ini bukan delik aduan sehingga bisa langsung diproses.

 

“ ya kalau  dijawab di situ ada hantu apa tindakannya  yang susah , saya kira itu jawaban kurang tepat terhadap warga Kaltim yang telah mengalami trauma di lubang bekas galian tambang  ” Pungkas Pria Lulusan S3 Leiden Belanda ini.

 

Pengamat Lingkungan Kaltim Dr Bernalaus Saragih mengatakan lubang bekas galian tambang di Kaltim terus memakan korban hingga mencapai 35 jiwa dengan korban maroritas adalah anak-anak.

Ia menjelaskan dalam aturan Undang Undang Mineral dan Batu bara, mengamanatkan Pemprov Kaltim untuk mengelola 1.488 izin usaha pertambangan (IUP) batu bara. Luas izin konsesi pertambangan mencapai 12,7 juta hektare atau 43 persen wilayah Kaltim yang mengakibatkan munculnya ribuan lubang bekas galian tambang  yang belum direklamasi atau ditutup yang jelas berpotensi hilangnya nyawa warga lebih besar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00