• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah Tk. 2

Tiba di Sendawar, Rombongan Pemkab Sikka Dijamu Sekda dan Warga NTT

15 May
22:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sendawar : Rombongan pemerintah kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Sendawar Kabupaten Kutai Barat Rabu pagi (15/5/2019). Rombongan yang dipimpin Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa tiba di Bandara Malalan Sendawar sekitar pukul 10.30 wita dan langsung disambut jajaran pemerintah kabupaten Kutai Barat (Kubar) serta ketua DPC Serikat Buruh Timor (SBT)  dan warga NTT. Lawatan Bupati Sikka ini dalam rangka sinergi dan kerja sama bidang ketenagakerjaan khususnya mengenai perlindungan tenaga kerja asal NTT yang mengadu nasib di Kutai Barat.

Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten Kutai Barat, Silan didampingi sejumlah pejabat Disnakertrans Kubar langsung menjeput utusan pemprov NTT itu di bandara dan langsung diantar menuju Kantor DPC SBT di Sendawar.

“Selamat datang pak Bupati dan rombongan, inilah rumah kami. Mohon maaf seadanya karena tidak ada persiapan. Terimakasih sudah datang berkunjung. Ini suatu kebanggaan luar biasa bagi kami yang ada di Kubar, orangtua kami dari NTT mau melihat secara langsung kondisi warganya,” sapa ketua DPC SBT Kubar Jhon H Yohanes ketika menyambut kedatangan rombongan asal pulau Flores tersebut.

“Mudah-mudahan kehadiran bapak ibu disini bisa memperkuat kerja sama antar pemerintah tapi juga dengan masyarakat khusunya warga NTT yang kerja di Kaltim khususnya Kubar. Karena terus terang kalau bicara masalah buruh banyak sekali,” lanjut Jhon.

Rombongan Bupati Sikka kemudian dijamu makan siang di Resto Ria milik anggota DRPD Kubar Ipin. Kemudian diantar menuju kantor bupati Kubar dan bertemu sekertaris daerah Yacob Tullur.

“Pak bupati saya ini punya kenangan manis dengan pulau Flores di Maumere. Kebetulan ada keluarga yang menikah dengan anak kami orang dayak makanya saya bisa sampai sana. Kami naik kapal dari Kupang, sempat ditahan di pelabuhan, di bandara bahkan sampai ke Timor Leste,” kata Yacub Tulur mengisahkan ceritanya ketika mengunjungi pulau nusa bunga Flores beberapa tahun lalu.  

“Saya pernah tersesat di sana tapi ada hikmahnya juga karena akirnya bisa tau jalan-jalan di Kota Maumere. Kalau soal potensi laut khususnya ikan memang luar biasa di Sikka itu. Makan kita sampai puas,” tandas mantan kadis sosial itu yang mencairkan suasana di ruang kerjanya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan rombongan yang mendengar kisah Yacob Tullur nampak tertawa lepas seolah bertemu teman lama. Apalagi  Fransiskus dan Yacub ternyata pernah sama-sama mengenyam pendidikan  Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

“Bapak saja yang nasibnya beruntung bisa jadi bupati, kalau kita ini mentok sudah jadi sekda” goda Yacub yang menambah keakraban diantara mereka.

“Teman seangkatan saya ada sebelas seluruh Indonesia yang sekarang karirnya bagus-bagus. Ada yang di kemendagri, kementrian desa dan lain-lain,” sambung Frans yang menjabat bupati Sikka sejak 2018 itu.

“Mudah-mudahan bapak betah di bumi tanaa purai ngeriman ini (julukan Kubar),” tutup Yacub menyudahi obrolan dalam perjamuan di ruang kerjanya itu.

Usai dijamu Sekda, rombongan bupati kemudian beristirahat dan bersiap mengadakan rapat bersama sekaligus penandatanganan kesepakatan (MOU) dengan pemkab Kubar tentang perlindungan tenaga kerja asal NTT.

Diberitakan sebelumnya bahwa Pemerintah Provinsi NTT menaruh perhatian serius terhadap nasib warganya yang bekerja di luar daerah. Pasalnya tidak sedikit warga asal provinsi kepulauan itu yang kurang beruntung ketika memutuskan jadi perantauan di luar NTT maupun luar negeri. Bahkan ada yang hidup sengsara hingga pulang membawa mayat.

Tak ingin kejadian itu terus berulang, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengutus sejumlah kepala daerah melihat langsung dan berkoordinasi dengan pemerintah di daerah-daerah yang mempekerjakan warga NTT. Salah satunya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Porvinsi Kalimantan Timur. 

Adapun perwakil pemrpov NTT diantaranya, Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, bersama Anggota lainnya yakni Alfridus Melanus Aeng dan Stefanus Sumandi. Kemudian Kadis nakertrans Germanus Goleng, Kabag humas Even Edomeko, serta sejumlah Kabid dan kasi disnakertrans Kabupaten Sikka, yakni Ririn Widyastuti, dan Erwin.

“Jadi dari NTT jumlahnya ada delapan orang. Setelah pertemuan tanggal 16 Mei rombongan masih akan dijamu oleh warga NTT yang ada di Kubar. Nanti ada tatap muka dan dialog dengan warga kita dan tokoh-tokoh masyarakat NTT. Karena pertemuan ini sudah sembilan tahun kita tunggu,” kata Elias Sengsara delegasi pemkab Sikka. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00