• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah Tk. 2

Rajut Kebersamaan Pasca Pemilu, Polres Kubar : Semua Pihak Harus Menahan Diri dan Jangan Terprovokasi

24 April
22:56 2019
3 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Kapolres Kabupaten Kutai Barat (Kubar) AKBP. I Putu Yuni Setiawan melalui kepala bagian operasional Kompol Sarman saat dialog di RRI Sendawar Rabu (24/4/2019) mengatakan, perbedaan pilihan dalam politik adalah hal yang wajar.

Karena itu untuk merajut kembali kebersamaan yang sempat terkotak-kotak saat pemilu, maka semua pihak harus menahan diri dan tetap mengikuti tahapan dan proses yang tengah dijalankan oleh KPU selaku penyelenggara pemilu.

“Saat ini KPU sedang melakukan pleno di tingkat PPK mari kita kawal bersama. Perbedaan pilihan itu biasa tapi kita semua satu bangsa Indonesai. Kita harus bersatu lagi, kembali bekerja sesuai bidang kita masing-masing. Apabila ada masalah selesaikanlah sesuai prosedur yang berlaku. Bisa lapor ke gakumdu disana ada kepolisian, bawaslu dan kejaksaan,” katanya.

Menurut Sarman sejauh ini kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Kutai Barat tetap kondusif pasca pemilu. Karena itu ia berpesan agar masyarakat tetap jaga persatuan dan yang terpenting jangan terprovokasi isu-isu di media sosial yang bisa memecah belah. 

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa kita semua saudara. Wilayah kita yang telah kondusif harus tetap dijaga. Jangan mudah terpancing isu yang menghasut, tidak melakukan ujaran kebencian, berita bohong, penghinaan dan sara,” tutup Sarman.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kubar Risma Dewi menambahkan sejauh ini belum ada laporan mengenai pelanggaran pemilu yang menjurus ke tindak pidana baik yang dilakukan oleh penyelenggaran maupun peserta pemilu.

“Untuk tindak pidana pemilu belum ada laporan, hanya kesalahan adminsitrasi saja dan itu sudah kita rekomendasikan kemudian ditindaklanjuti oleh KPU. Memang ada beberapa humman eror misalnya kesalahan input data tapi itu bukan kesengajaan,” ujarnya.

Risma tak menampik saling klaim kemenagan oleh peserta pemilu juga turut mewarnai pro kontra dalam pesta demokrasi pemilu 2019 ini.

“Memang ada yang sudah mempublikasikan kemenangan sekian suara yang didapat, tapi kami harus memastikan dan membuktikan dulu hasil suara tersebut. Mungkin karena dalam beberapa pleno di kecamatan ada penulisan maupun salah jumlah yang akhirnya jadi gesekan. Inilah yang jadi perhatian kita dan KPU bagaimana menyikapinya hal itu,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye memastikan pihaknya akan tetap bekerja profesional sesui aturan. Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak mengambil asumsi sendiri-sendiri terkait proses pemilu yang tengah berjalan termasuk soal salah tulis data suara yang ditemukan bawaslu.

“Dalam aturan penghitungan suara memang harus berjalan tanpa jeda yang memaksa kita kerja nonstpo bahkan lebih dari 24 jam tidak tidur. Tentunya ada beberapa catatan misalnya salah tulis tetapi hal itu terjadi karena benar-benar unsur kelelahan. Dan kita pastikan akan diselesaikan saat pleno dan prosesnya sangat terbuka. Kami nyatakan bahwa sedikitpun tidak ada niat untuk berbuat curang. Kami berharap kita tunggu proses ini secara berjenjang termasuk bagaimanapun hasilnya sesuai tahapan itu,” ujar Hanye.

Arkadius mengaku, bukti keseriusan KPU salah satunya melakukan pemungutan suara ulang, susulan maupun lanjutan pada puluhan TPS guna memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan. PSU misalnya dilakukan murni karena kesalahan administrasi, dan tidak ada niat atau skenario untuk merugikan maupun menguntungkan pihak tertentu.

“Ini adalah proses yang memang diatur dalam perudang-undangan. Jadi bukan karena oh ini ada skenario ada modus atau kepentingan tertentu tapi benar-benar untuk memastikan bahwa yang berhak menggunakan hak pilihnya harus sesuai aturan,” tegas Hanye.

Ia berharap semua pihak ikut mengawal dan mentaati aturan yang belaku demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil dan berkualitas. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00