• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah Tk. 2

Hindari Jatuhnya Korban, KPU Libatkan IDI Cek Kesehatan Penyelenggara Pemilu

23 April
07:43 2019
2 Votes (5)

KBRN, Sendawar : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kaltim melibatkan tenaga medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) guna melakukan pemeriksaan rutin terhadap penyelenggara pemilu. Tenaga medis akan melakukan tes kesehatan dan pemberian vaksin terhadap seluruh penyelenggara pemilu terutama yang tengah melaksanakan penghitungan dan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan dan kabupaten serta operator Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

“Kami sudah ada kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesi untuk memberikan vaksin terhadap tim situng kita. Kemudian kami serahkan jadwal PPK yang masih proses pleno (untuk tes kesehatan) karena proses ini paling cepat dua hari. Nah ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban akibat kelelahan,” ujar anggota KPU Kubar Johanes Nuel selasa (23/4/2019) di Sendawar.

Menurut Johanes, kerja sama dengan IDI dilakukan karena banyak anggota PPK maupun operator situng bekerja hampir 24 jam non stop, sehingga pihaknya tidak ingin mengambil resiko atas kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi dari 16 kecamatan se-Kubar hingga enam hari pasca pemilu mayoritas masih dalam proses rekapitulasi dan pleno. Kemudia ada sekitar 25 orang operator dan tim teknis situng di tingkat kabupaten yang juga bekerja 24 jam menginput data ke server KPU pusat.

“Memang untuk proses rekapitulasi dan pleno di tingkat PPK itu sampai tanggal 4 mei 2019. Sebagian ada yang sudah pleno tapi banyak teman-teman yang masih berproses. Makanya kita nanti serahkan jadwal PPK yang belum pleno supaya mereka bisa dapat vaksin untuk daya tahan mereka. Yang parah ini petugas situng kita karena mereka sudah nonstop kerja dari pagi sampai paginya lagi. Itu sekitar 25 orang yang kita rekrut, ada yang bertugas di operator dan tenaga pendukungnya,” keluh Nuel.

Ketua KPU Kubar Arkadius Hanye menambahkan, sejauh ini sudah ada dua penyelenggara pemilu yang jatuh sakit diduga akibat kelelahan pasca pencoblosan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Mereka ini mengalami kelelahan salah satunya ketua KPPS Sendawar harus dilarikan ke rumah sakit dan saat ini masih dalam perawatan. Kemudian ketua PPK kecamatan Tering, kebetulan ada salah satu TPS yang melakukan pemilu susulan. Nah cuaca hujan cape juga harus merapikan logistik, waktu perjalanan pulang akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit sampai sekarang masih di rawat,” katanya.

Sementara itu Ketua PPK Barong Tongkok Agus Dalung mengungkapkan sudah tiga hari berturut-turut timnya harus bekerja dari jam 8 pagi sampai dini hari. Untuk menjaga kondisi fisik tidak kelelahan anggotanya dibagi per sift sesuai jumlah desa yang ada. Mengingat wilayah di pusat Ibukota Kabupaten itu memiliki TPS terbanyak dengan pemilih mencapai 20000 lebih.

“Jumlah DPT di Barong Tongkok ini 20788 orang dengan 82 TPS. Hari kedua saja baru sekitar 20an TPS, karena harus kita perhatikan betul-betul jangan sampai salah hitung. Kita mulai jam 8 pagi sampai selesai bahkan sampai jam 3 subuh, karena kita juga mengejar target yang sudah ditetapkan. Tapi supaya jangan terlalu dipaksakan ya kami harus bagi per desa karena ada 21 kampung dan kelurahan,” pungkas Agus dengan kondisi nampak lelah ketika ditemui RRI di Posko penghitungan suara PPK Barong Tongkok.

Pantauan RRI di lapangan, rekapitulasi suara di PPK Barong Tongkok baru istirahat sekitar pukul 03.00 wita. Sejumlah anggota PPK nampk tidur seadanya di lantai. Sementara beberapa anggota polisi terus berjaga-jaga di sekeliling gedung. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00