• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah Tk. 2

Masuki Masa Tenang Pemilu, Panwaslu Kecamatan Long Bagun Tetibkan APK

15 April
21:48 2019
2 Votes (5)

KBRN, Mahulu : H-2 Pemilu 2019 di wilayah perbatasan, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Long Bagun sisir Ibukota Kabupaten, Ujoh Bilang dan kampung-kampung sekitar untuk untuk tertibkan APK, BK serta Atribut Partai Politik yang masih terpasang. Dengan melibatkan Panwaslu Kampung dan PTPS dalam pelaksanaannya.

Ada beberapa titik Atribut Partai Politik yang tidak bisa diturunkan, diantaranya yang terpasang di ranting dan puncak pohon di bantaran sungai Mahakam. Selain itu, metode yang terpasang di rumah warga lantai dua yang tidak ada pemiliknya juga tidak bisa ditertibkan.

“Karena banyaknya kampung yang tersebar di wilayah ini, makanya sampai hari ini belum dapat diselesaikan. Tapi target kami selasa besok sudah bersih semua APK, BK dan Atribut Parpol di seluruh wilayah Kecamatan Long Bagun,” ujar Raymundus Lejau, Senin (15/4) di Ujoh Bilang.

Ia menjelaskan, dengan topografi wilayah Kabupaten Mahakam Ulu yang terpisah-pisah, menjadi salah satu kendala dalam penertiban APK. Namun sudah ada laporan dari beberapa Panwaslu Kampung yang telah “membersihkan” Alat Peraga Kampanye di wilayah kerja masing-masing.

Kendala yang paling sulit diatasi dalam penertiban tersebut terlihat dari bendera partai politik yang terpasang di pohon bagian puncak, sehingga pihak Panwaslu tidak mampu untuk membersihkannya. Selain itu juga membahayakan keselamatan jiwa jika memaksakan penertiban.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kesbangpol, Polsek, Satpol PP dan beberapa instansi terkait untuk melaksanakan penurunan dan pembersihan besok. Agar daerah ini benar-benar bersih dari alat peraga yang berbau politik,” ungkap Roy.

Ia berharap dengan partisipasi banyak pihak, realisasi masa tenang dengan tanpa adanya segala bentuk metode kampanye dapat benar-benar terwujud. Sehingga suasana pemilu yang demokratis dapat dirasakan masyarakat perbatasan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00