• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemerintahan

Ekonomi Syariah Dapat Jadi Pilihan Sumber Perekonomian Kaltim

11 December
12:16 2018
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda : Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diyakini dapat menjadi salah satu alternatif sumber perekonomian Benua Etam dalam menggantikan sektor pertambangan. Pasalnya, pengembangan ini dapat diintegrasikan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah untuk menciptakan kesejahteraan sosial Kaltim.

Berbicara di kantornya, Selasa (12/11/2018) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Muhammad Nur menyebutkan, ekonomi Kaltim pada triwulan III 2018 berhasil tumbuh sebesar 1,78 persen. Namun pencapaian itu lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mampu tumbuh sebesar 3,47 persen. Karena ekonomi Kaltim masih bergantung kepada sektor pertambangan yang berbasis batu bara tersebut.

Oleh sebab itu, Nur mengatakan perlu adanya pengembangan ekonomi dengan perluasan sektor lapangan usaha agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Kaltim, serta membuka lapangan kerja. Seperti halnya  ekonomi dan keuangan syariah yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki nilai keadilan dan etika yang dapat menciptakan kesejahteraan sosial.

“Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah menurut kita sementara ini sangat besar sekali, maksud saya begini kita liat dari sisi masyarakat dan umat, sebenarnya begini juga syariah ini ikan sebuah sistem jadi dengan konvensional jangan di benturkan tapi sama-sama saling mensupport. Syariah itu sistem pilihan yang tanpa membedakan agama, jadi syariah itu bisa buat siapa saja dan artinya bukan hanya untuk masyarakat muslim karena dia sebuah sistem yang tentunya nanti dapat memberikan dampak yang positif bagi pembangunan ekonomi kita”kata Nur.

Nur menjelaskan, di Kaltim dengan pangsa perbankan syariah yang masih terbatas dengan kisaran 7 persen pada triwulan ke-III 2018 ini sebenarnya memiliki potensi yang dapat digali dengan keberadaan tempat ibadah umat muslim seperti masjid yang dapat menjadi pusat pemberdayaan umat.

Selain itu, potensi zakat yang mencapai Rp 1,2 triliun beserta tanah wakaf yang seluas 737 hektare dan keberadaan 139 Pondok Pesantren yang dapat dikembangkan sebagai potensi ekonomi, karena dengan potensi ekonomi syariah Kaltim tersebut menurut Nur sejalan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00