• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Perempuan Kaltim Tidak Boleh Gaptek

2 December
18:42 2018
0 Votes (0)

KBRN, Samarinda :Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian menyampaikan dua tantangan perempuan saat ini yaitu Era Revolusi Industri 4.0 dan tahun politik menjelang Pemilihan Umum. Hal tersebut sebagaimana ia sampaikan pada acara “Dialog Publik Perempuan Bawa Perubahan” dalam rangka memperingati Hari Lahir Korps PMII Putri Cabang Samarinda, Minggu (2/12) di Aula Pertemuan Rumah Jabatan Walikota Samarinda.

“Terkait teknologi, ini sangat penting bari perempuan. Kita nggak boleh Gaptek. Terbukti, bahwa teknologi sudah membantu kita menyelesaikan urusan lebih cepat. Sekarang karena ada mesin cuci, kita bisa cepat menyelesaikan pekerjaan rumah”, ujar Hetifah.

Sementara itu, terkait dengan perempuan dalam politik, Hetifah meyakini bahwa semua perempuan termasuk kader-kader PMII sangat mampu menjadi politisi baik tingkat daerah maupun pusat.

“Saya yakin semua adek-adek mahasiswa ini pasti mampu menjadi anggota DPRD bahkan DPR. Tetapi untuk (terpilih) menjadi anggota legislatif itu, ini sangat susah dan berat sekali meski Undang-Undang kita telah memberi afirmasi perempuan. Nah, saya siap jadi mentor bagi kalian yang mau terjun ke politik”, kata Hetifah.

Pada acara ini turut hadir sebagai pembicara, Mahlita, Ketua Bidang Kesetaraan Gender Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim. Mahlita menyebut Pemerintah Provinsi terus berkomitmen terhadap pemberdayaan perempuan. 

“Ada program unggulan kita yaitu untuk akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhir perdagangan manusia, akhiri kesenjangan ekonomi perempuan”, kata Mahlita.

Hadir pula Mujahidah Mansur, Ketua Muslimat NU Kota Samarinda. Ia secara khusus mengulas konsep kesetaraan gender dalam pandangan Islam.

“Islam tidak menghendaki adanya pemaksaan, penindasan, dan kekerasan selama akal sehat dan hati nurani kemanusiaan masih bisa tumbuh secara wajar”, ungkap Mujahidah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00