• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

PDRI Perjuangkan Nasib Dosen Perguruan Tinggi Swasta

18 July
07:39 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus mendorong Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) untuk memperjuangkan cita-cita organisasi antara lain kesejahteraan dosen dan meningkatkan kualitas dosen.

"PDRI harus ihtiar dan berjuang agar apa yang dicita-citakan dapat terwujud," kata Jaja, sapaan akrab Ketua KY saat menerima Ketua DPP PDRI Ahmad Zakiyuddin dan pengurus DPP PDRI di kantornya di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

PDRI menurutnya cukup prihatin dengan para dosen, terutama dosen yang bekerja di perguruan tinggi (PT) swasta yang belum berkembang. Untuk itu, PDRI mendorong PT mampu memajukan diri baik dalam hal memenuhi kesejahteraan dosen  sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Disisi lain menurut Ketua KY Jaja Ahmad Jayus saat ini pendirian PT  tidak terlalu ketat. Dimana ada pendirian PT yang tidak punya cukup modal, namun tetap diloloskan. Ini mengakibatkan banyak PT justru menjadi tempat bisnis untuk mencari keuntungan.

"Ada hitungan untung rugi, padahal PT adalah lembaga pendidikan yang non profit, dimana pemiliknya tidak meminta uang kembali. Kalau sekarang kan lembaga seperti ini juga ada hitungan BEP (Break Event Point)," ujar pria yang masih aktif mengajar di Magister Fakultas Hukum Unpas Bandung ini.

Dengan kondisi ini, pemerintah diminta mendorong infrastruktur kampus swasta agar PT swasta dapat berkembang lebih baik. Jaja mengkritisi kebijakan pemerintah yang banyak mendirikan PT Negeri sehingga menambah kuota jumlah mahasiswa. Dengan bertambahnya jumlah PT negeri, maka jumlah dosen di PTN pun harus ditambah. "Hal ini tentu akan menambah beban negara dimana negara harus membayar lebih banyak dosennya," kata dia.

Tetapi dengan mendorong infrastruktur PTS, maka PTS dapat berkembang dan dengan sendiri dosen non PTS di daerah kesejahteraannya dapat meningkat. "Kenyataannya sekarang kan, banyak PTS di daerah untuk bayar gaji dosen saja masih kembang kempis,"  kata Jaja yang menjadi Ketua Dewan Penasihat PDRI.

Dengan demikian Jaja berharap ada kajian tentang apakah pemerintah harus lebih banyak mendirikan kampus swasta yang otomatis menambah jumlah dosen yang harus dibayar negara atau mendorong infrastruktur kampus swasta.

Zakiyuddin berterima kasih atas kesediaan Ketua KY menjadi Ketua Dewan Penasihat PDRI. "Seperti nasihat Beliau kami akan fokus pada perjuangan PDRI, yakni meningkatkan kesejahteraan dosen dan meningkatkan kualitas sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata dia.

Selain itu, PDRI, kata Zakiyuddin, akan berjuang untuk memberikan perlindungan hukum terhadap para dosen yang diperlakukan tidak adil di kampus tempat mereka bekerja.

Untuk diketahui, PDRI dideklarasikan di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung pada 25 Juni 2018. Organisasi  ini sudah berkembang di 26 Provinsi. Pada 29 September hingga 1 Oktober, PDRI akan menggelar pengukuhan pengurus pusat dan Munas pertama di Jakarta.//*/Ag

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00