• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Ratusan 'Spanduk Tolak Togel' Tersebar di Banyumas PC GP Ansor Lanjutkan Aksi

20 February
13:58 2020
2 Votes (3.5)

KBRN, Banyumas : Menyikapi merebaknya praktek judi togel di Banyumas,
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor melakukan aksi. Terhitung sejak Kamis (20/2/2020), ratusan spanduk 'Tolak Togel' tersebar hingga pelosok wilayah Banyumas.

"PC GP Ansor sudah memberikan instruksi kepada 27 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Banyumas untuk pasang spanduk. Jika minimal 5 spanduk per PAC maka 135 spanduk sudah terpasang," kata Ketua PC GP Ansor, Zaenudin Masdar.

Pemasangan spanduk, kata Zaenudin merupakan bukti keseriusan Ansor Banyumas mendukung pemberantasan judi togel. Karena menurtnya, praktek judi togel sudah memprihatinkan, baik secara sosial maupun agama.

"Ratusan spanduk ini adalah bukti keseriusan dan tindak lanjut aksi kita ke Mapolresta (Senin, 17/2). Kemudian secara sosial, kami ingin memberitahu dan mengajak masyarakat Banyumas untuk menolak togel," imbuhnya.

Ketua LBH Ansor Banyumas, Abrori menambahkan bahwa, secara hukum yang bisa melakukan tindakan memang pihak kepolisian. Sementara Ansor sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang merupakan ormas terbesar merasa perlu memberi dukungan nyata.

"Aksi nyata kami ke Polresta kemudian pasang spanduk penolakan seyogiyanya disikapi sebagai dukungan moril bagi penegak hukum. Dan kami dukung tindakan tegas, hingga menutup praktek judi togel secepatnya," katanya.

Tindakan hukum, kata Abrori, dinilai lebih bisa memberi efek jera kepada pelaku perjudian. Sementara secara sosial keagamaan, diketahui NU dan seluruh lembaga serta banomnya terus melakukan langkah persuasif dan edukasi melalui puluhan kegiatan ruitn dalam setiap bulan.

"Saya pikir sudah tidak ada alasan lagi, penegak hukum ragu melangkah jika dukungan publik sekuat ini. Kami pikir, ini bentuk nyata sinergi saling support sesuai maqomnya masing-masing," tandas Abrori lagi.

Untuk diketahui, dalam struktur NU Banyumas, PC GP Ansor merupakan banom yang paling aktif melakukan kaderisasi dan militan. Hingga saat ini (2020) tercatat anggota mencapai 15.000 orang. Dari jumlah tersebut 5.300 anggota sudah memiliki KTA tersebar hingga 331 desa di Banyumas. (Ruj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00