• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

CILACAP

LPMK dan Nelayan Cilacap Minta Tenaga Lokal Diprioritaskan Bekerja di Proyek RDMP

24 January
19:00 2020
0 Votes (0)

KBRN, Cilacap : Masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan Nelayan mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap, Jumat (24/1/2020). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dengan pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina RU IV Cilacap.

Audiensi langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat, dan dihadiri oleh Komisi D DPRD Cilacap. Di depan sejumlah anggota dewan, Ketua LPMK Ratiman, Ketua KUD Minosaroyo Untung Jayanto serta Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sarjono menyampaikan tuntutan tersebut.

Diantaranya yakni, Bupati dan juga DPRD Cilacap bersedia memfasilitasi tenaga kerja lokal di wilayah terdampak secara proporsional dan profesional. Dewan juga harus melakukan pengawasan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Terbukanya informasi terkait dengan penerimaan ternaga kerja secara periodic kepada pemerintah, DPRD, dan juga kelurahan atau LPMK. Mudahnya komunikasi dan koordinasi antara main kontraktor maupun sub kontraktor wajib memiliki kanor perwakilan di Cilacap, serta segenap elemen masyarakat Cilacap yang terdampak memiliki tanggungjawab menjaga dan menyukseskan Proyek RDMP Cilacap.

“Kami mendukung adanya proyek RDMP ini, akan tetapi kami sebagai warga lokal juga minta dilibatkan dalam pekerjaan, baik pada saat pra project, konstruksi dan pasca project saat RDMP sudah produksi, dan kami diberi peluang untuk usaha,”  ujar Ketua LPMK Ratiman.

Sama hanya disampaikan oleh Ketua DPC HNSI Kabupaten Cilacap Sarjono yang berharap pekerja lokal yang dilibatkan bukan hanya dari kelurahan yang berada di ring satu proyek tersebut, tetapi juga seluruh di wilayah eks kotip Cilacap. Bahkan seluruh Cilacap.

“Adanya proyek ini jangan menjadikan  orang-orang yang ada di eks kotip hanya jadi penonton, karena itu perekrutan tenaga kerja anak-anak Cilacap diskala prioritaskan, terutama masyarakat pesisir dan sekitarnya, sesuai dengan keahlian masing-masing,” katanya.

Sarjo mengatakan jika pihaknya meminta minimal ada sekitar 60 persen pekerja lokal dari Cilacap yang bakal dipekerjakan. Karena tidak sedikit pemuda di Cilacap yang tidak memiliki pekerjaan, bukan hanya dari anak nelayan, tetapi juga anak-anak lainnya.

Ketua KUD Minosaroyo Untung Jayanto juga menyampaikan jika sampai saat ini pihaknya belum pernah dilibatkan pada proses Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Sama halnya dengan para nelayan.

Menurutnya, dampak dari pengolahan produksi yang natinya bakal menganggu aktivitas nelayan. Karena bakal semakin banyak antrean kapal yang akan masuk.

“Kami mengkritisi adanya proses AMDAL, paling tidak kalau KUD tidak dilibatkan, ya minimal HNSI. Saya khawatir, nantinya setelah produksi dan pengolahan akan menganggu aktivitas nelayan kecil yang operasionalnya sudah ditentukan oleh Pertamina dan KSOP, otomatis dengan adanya proyek ini bakal menambah lokasi nego jangkar kapal yang antri masuk,” katanya.

Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat mengatakan jika seluruh LPMK dan juga nelayan mendukung adanya pengembangan proyek kilang Pertamina. Akan tetapi, seluruhnya berharap agar dilibatkan dalam pekerjaan tersebut.

“Tenaga skill di Cilacap sudah lengkap, apa saja ada. Rekrut secara professional dan proporsional, karena disana ada perusahanaan yang mengerjakan adalah perusahaan yang berkontrak baik secara bisnis dan kontrak,” katanya.  

Selanjutnya, DPRD akan menindaklanjuti tuntutan para LPMK dan juga nelayan ini dengan akan mengundang dinas-dinas terkait serta pihak Pertamina.

“Segera akan dipanggil, kedepannya kita akan berikan masukan teknis perekrutan pada Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Cilacap serta kepada kontraktor yang nanti akan merekrut tenaga kerja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua LPMK Ratiman juga menyampaikan poin-poin tuntutan kepada Ketua DPRD Cilacap. (RT)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00