• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

CILACAP

Pemkab Cilacap Berhentikan Sementara Kades yang Tersandung Korupsi APBDes

22 January
15:27 2020
1 Votes (5)

KBRN, Cilacap : Kepala Desa Jeruklegi Kulon Kecamatan Jeruklegi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Cilacap, karena diduga melakukan tindakan korupsi, pada Senin (20/1/2020). Pemkab Cilacap langsung melakukan proses pemberhentian sementara terhadap kades tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan Pemerintah Desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Wahyu Indra Setyawan mengaku sangat menyesalkan adanya kasus dugaan korupsi yang kemali menjerat kepala desa. Apalagi dinas terus melakukan sosialisasi serta pembinaan terhadap penggunaan anggaran desa.

Dikatakan, saat ini Surat Keputusan pemberhentian sementara Kades Jeruklegi Kulon, sudah diserahkan ke bagian hukum, dan selanjutnya di proses ke Bupati. Sehingga  pemerintahan desa dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan.

“Sesuai aturan, Pejabat Kades diserahkan kepada Sekretaris Desa (sekdes), akan tetapi, karena Sekdes Jeruklegi Kulon, masih berstatus Pelaksana tugas (plt), dan belum definitif, maka Dinas akan berkoordinasi dengan kecamatan untuk menunjuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari kecamatan,” katanya, Rabu (22/1/2020).

Pemberhentian sementara ini diberikan, karena status IR yang sudah menjadi tersangka. Sehingga agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan, maka ditunjuk pejabat kades.

Dispermades, juga sudah melakukan pembinaan kepada perangkat desa Jeruklegi Kulon agar tetap menjalankan tugasnya, dan roda pemerintahan, agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan.

Tidak hanya itu, selama dua minggu kedepan, dinas juga akan melakukan pemantauan proses penyusunan dan penyaluran APBDes tahun anggaran 2020, yang saat ini masih berlangsung. Hal ini dilakukan agar pemdes Jeruklegi Kulon tetap berjalan, sehingga pembangunan tidak terhambat.

Sebelumnya, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Cilacap Sukesto Ariesto mengatakan IR ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan menyalahgunaan APBDes tahun anggaran 2017, yang mengakibatkan kerugian Negara mencapai 681 juta rupiah.

“Tersangka ditahan untuk memperlancar proses hukum, mencegah penghilangan barang bukti, dan juga mengulangi perbuatannya. Karena saat ini tersangka IR, masih aktif menjabat sebagai kades,” katanya. (RT)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00