• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

CILACAP

Diduga Korupsi Rp 681 juta, Kades Jeruklegi Kulon Dibui Kejari Cilacap

21 January
15:19 2020
1 Votes (5)

KBRN, Cilacap : Kejaksaan Negeri Cilacap menahan IR, Kepala Desa Jeruklegi Kulon Kecamatan Jeruklegi, pada Senin (20/1/2020). IR ditetapkan menjadi tersangka karena diduga melakukan tidak korupsi dengan penyalahgunaan APBDes Desa Jeruklegi Kulon Tahun Anggaran 2017. Kerugian Negara akibat perbuatannya mencapai RP 681 juta. 

Kepala Desa aktif Jeruklegi Kulon Kecamatan jeruklegi IR ditahan oleh Kejaksaan Negeri Cilacap setelah diperiksa selama enam jam. Kades yang menjabat diperiode kedua ini digelandang ke Lapas Cilacap sekitar pukul 17.30 WIB. 

Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Agus Sugianto Sirait melalui Kasi Pidana Khusus Sukesto Ariesto mengatakan penyidikan terhadap kasus tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2019, dan IR sudah ditetapkan menjadi tersangka sejak Bulan Desember. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, dan memiliki lebih dari dua alat bukti, petugas langsung melakukan penahanan. 

Sukesto mengatakan APBDEs Jeruklegi Kulon di tahun 2017 sebesar Rp 2,6 miliar lebih. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 1,7 miliar, dengan 14 proyek pekerjaan. 

“Dari proyek pekerjaan tersebut ternyata ada delapan proyek kegiatan seperti jembatan, cor beton, pembangunan drainase, makadam jalan, pengaspalan jalan belum selesai 100 persen,  tetapi, pada laporan akhir tahun dilaporkan, seluruh pekerjaan sudah selesai,” ujarnya, Selasa (21/1/2020).

Tidak hanya itu, IR juga menyerahkan pekerjaan kepada pelaksana lainnya, padahal sudah ada pantia pelaksana yang sudah ditunjuk sebelumnya. Kades juga disebutkan ikut menguasai anggaran desa yang dicairkan oleh bendahara. 

“Tersangka mengakui jika uang tersebut digunakan untuk kegiatan desa yang tidak ada anggaran, dan untuk kepentingan pribadi,” katanya. 

Penahanan terhadap IR  dilakukan untuk memperlancar proses hukum, selain itu juga untuk mencegah penghilangan barangbukti, dan juga mengulangi perbuatannya. Pasalnya, IR masih aktif menjabat sebagai kades.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 ayat (1) Undang undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (RT)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00