• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BUDAYA

AGSI Banjarnegara Harapkan Adanya Ekskavasi Lanjutan

18 January
05:40 2020
0 Votes (0)

KBRN, Banjarnegara : Terhadap temuan arca ganesha tanpa kepala di Dieng Banjarnegara, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) mengharapkan ada ekskavasi lanjutan dari Balai Arkeologi Yogyakarta atau Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan pengurus pusat AGSI Heni Purwono saat meninjau arca ganesha tersebut di halaman Museum Kailasa Dieng, Jumat (17/1/2020).

Heni menilai, temuan tersebut dapat menjadi gerbang ekskavasi yang lebih serius dari pemangku kebijakan, agar tergali sejarah kepurbakalaan Dieng yang utuh.

"Sementara ini kan kita belum memiliki gambaran utuh tentang Dieng, karena sumber sejarahnya masih terserak dan baru beberapa yang sudah direstorasi. Padahal andai sejarah Dieng dapat tergali secara utuh ini tentu akan sangat menarik dan berarti bagi sejarah nasional. Karena Dieng merupakan tinggalan kerajaan Hindu tertua di Jawa. Ini bisa menumbuhkan kesadaran sejarah" jelas Heni.

Tanpa kesadaran sejarah, tambah Heni, maka akan mudah bagi seseorang untuk memanipulasi bahkan menyesatkan sejarah.

"Bagi orang yang tidak melek sejarah, hal yang dilakukan oleh Toto Santoso dengan Keraton Agung Sejagatnya bisa percaya begitu saja bahkan mau menjadi pengikutnya. Namun dengan pemikiran sejarah yang rasional dan analitis, hal seperti itu tidak akan terjadi" tambahnya.

Hal itu hanya dapat diwujudkan mana kala ada bukti-bukti otentik yang memadai untuk memberikan penjelasan sejarah. Jika Dieng diekskavasi secara menyeluruh, kemungkinan akan menjadi situs bersejarah terbesar dan utuh.

Kecewa

Namun Heni melihat, upaya ke arah itu masih jauh panggang daripada api. Ia justru melihat semakin hari situs cagar budaya makin terdesak keberadaannya. Saat ini banyak home stay bahkan hotel berjejal di Dieng.

Heni memprediksi lima sampai sepuluh tahun mendatang manakala tidak ditertibkan, Dieng akan kehilangan pesonanya.

"Saya kecewa pembangunan rest area berlanjut setelah adanya temuan batuan candi di terminal Dieng. Sekarang di sekitar Gangsiran Aswatama juga mulai merangsek home stay. Mustinya masyarakat dan pemerintah sadar, aset terbesar Dieng adalah aspek sejarahnya. Tanpa hal itu, saya yakin kedepan Dieng tidak lagi menarik" urainya.

Ia menilai objek bersejarah di Dieng adalah energi terbarukan, kekuatan daya tarik wisata yang besar.(HP).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00