• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

CILACAP

Bersama Maknai Toleransi dengan Bakti Sosial 2019

10 December
06:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Cilacap : Sekolah Seni Lesbumi Majenan bekerjasama dengan Rotary Club Cilacap Wijaya Kusuma, Gusdurian Majenang dan Paroki Santa Theresia Majenang menggelar bakti sosial pengobatan gratis dan khitanan massal dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (8/12/2019). 

Kegiatan diselenggarakan di di Kecamatan Majenang mengusung tema “Bakti diri Cinta Nabi SAW; Maknai, Renungi, Peduli, Wujudkan Toleransi”

Ratusan warga antusias mengikuti pengobatan gratis tersebut. 

Terdata sekitar 219 orang daftar baik konsultasi maupun memeriksakan kesehatan. 

Salah satunya KH. Muhammad Wakidi Abdullah (66), warga Kecamatan Wanareja yang menyambut dengan senang agenda tersebut.

"Saya ucapkan terimakasih sudah memberi perhatian dan obat pada kami. Sekitar 3 jenis penyakit prioritas yang dicek oleh dokter tadi, yakni cek gula darah, cek kolestrol, dan cek asam urat. Hal ini membantu kami mengetahui kondisi kesehatan dalam upaya hidup sehat" ungkapnya. 

Nico W. Widyatmoko, Ketua pelaksana bakti sosial 2019 mengungkapkan ini merupakan program bersama di bidang kesehatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan di wilayah Majenang Raya meliputi Kecamatan Karang Pucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Cipari dan Dayehluhur.

Dalam kesempatan itu panitia juga menyelenggarakan khitanan massal diiringi musik religi dan tarian sufi dari Santri Sekolah Seni Lesbumi, diikuti 52 anak.

Romo Bonifasius Abbas Pr selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bidang kesehatan, pengobatan gratis dan khitan massal ini merupakan program bersama dalam rangka peduli kemanusiaan.

“Kegiatan ini sebagai tanda bakti diri kita Cinta pada orang tua, pada rasul, guru kita mari bersama-sama Maknai, Renungi, Peduli, Wujudkan Toleransi. Dengan hati tulus kami berterima kasih kepada para dokter yang terpanggil dan berpartisipasi dalam kegiatan ini” lanjut sang Pastor. 

Camat Majenang Bintang Dwi Cahyono mengapresiasi kegiatan tersebut dan berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat, yang bersinergi.

"Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang menginisiasi dan menyukseskan program baik ini. Pemerintah merupakan pemersatu semua elemen masyarakat” jelas Bintang.

Nur Eko Hadi Sucipto, selaku Dokter RSUD Majenang mengatakan kegiatan ini sangat membantu warga yang belum mampu membiayai anaknya untuk khitan.

“Kami berharap kegiatan positif ini bisa berkelanjutan dan semakin banyak" ucapnya. 

Pembina Gusdurian Majenang, KH Agus Salim memaparkan khitanan dikenal sebagai proses adat pembersihan diri sebelum beranjak dewasa. 

Masyarakat terdahulu menjaga budaya dan menganggap proses ini salah satu menjalankan ibadah. 

“Tujuan khitan selain mengikuti sunnah Rasulullah dan Nabi Ibrahim, juga karena menghindari adanya najis pada anggota badan saat shalat. Karena tidak sah shalat seseorang apabila ada najis yang melekat pada badannya” tandasnya.

dr. Yani Amaroh, salah satu fasilitator bakti sosial 2019 menjelaskan bahwa khitan adalah kunci mencegah problem terkait dengan penyakit penis. 

“Terkadang, kulit muka penis yang tidak dikhitan akan lengket yang sulit dipisah. Dan ini dapat berakibat radang pada kepala penis. Selain itu khitan bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya mengurangi resiko infeksi yang berasal dari transmisi berhubungan intim, mencegah kanker penis. Selain itu kanker leher rahim lebih jarang terjadi pada wanita yang bersuamikan pria yang dikhitan” pungkasnya.


 

  • Tentang Penulis

    Shandy Windu

    <p>KONTRIBUTOR BERITA DAERAH CILACAP</p><p> </p>

  • Tentang Editor

    Shandy Windu

    <p>KONTRIBUTOR BERITA DAERAH CILACAP</p><p> </p>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00