• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Indek Perilaku Tidak Pedulinya Orang Indonesia Terhadap Sampah Mencapai 71%

7 December
12:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purwokerto: Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengapresiasi pemerintah  kabupaten Banyumas terhadap program pusat daur ulang (PDU) sampah. Karena visi daerah kota kedepan harusnya dalam pengelolaan sampah harus  tidak lagi menggunakan TPA.

“Apalagi di Jawa tanah semakin mahal, sehingga kita harus bergerak ke hulu. Semaksimal mungkin harus mengruangi sampah. Salah satunya melalui pendekatan adalah sirkuler ekonomi, dan PDU   salah satu instrumennya untuk menjadikan sampah sebagai sumber daya. Karena dengan PDU kita bisa memilah sampah menjadi sumberdaya. Bisa menjadi pupuk, bisa menjadi, beternak magot, bisa menjadi bahan bakar industri plastik, bahan baku industri plastik, bahan baku industri kerja, karet logam dan sebagainya.” ngkap  Novrizal Tahar dalam acara peringatan hari cinta puspa dan satwa nasionmal, tahun 2019 tingkat kabupaten Banyumas dan persemian  PDU di Kelurahan Kober kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas Jawa tengah, Sabtu (7/12/2019).

Menurutnya, Kabupaten Banyumas sudah mempunyai visi ke depan dalam pengelolaan sampah. Yang dilakukan Kabupaten Banyumas akan kami viralkan dan harapannya dapat di tiru oleh kabupaten kota di Indonesia.   Sekali saja kita tidak mengurus samlah maka persoalanya akan bertambah, maka harus srutin dilakukan.  

“Jadi managemen PDU-PDU ini harus dimaksimalkan terus. Perilaku masyarakat juga harus terus di tumbuhkan. Karena apersoalan sampah tercermin dari perilaku dan disiplin warganya” pintanya kepada KLH Kabupaten Banyumas.

Dikatakan Novrizal, persoalan sampah di Indonesia tidak ringan, karena persoalannya multi dimensi,   ada dismensi sosial, kultural, sosial , strukuran politik dan persoalan teknis.

Secara umum kapasitas pemerintah daerah rata-rata di Indonesia dalam pengelolaan sampah baru 32 %. 

Kemudian indek perilaku tidak pedulinya orang Indonesia baru terhadap sampah mencapai 71%. Persoalan berikutnya sampah platik trennya makin tajam meningkat terus.  

Belum optimalnya penegakan hukum, produsennya juga perlu terus didorong untuk bertanggung jawab terhadap pakaging dan produiknya menghasilkan sampah.

“Saya kira itu persoalan yang paling mendasar. Sehingga pemerintah secara simultan melakukan pendekatan minim sampah. Setiap orang  memebatasi, mencegah atau mengurangi timbulnya sampah. Sehingga perilaku tersebut harus terus di dorong. Misalnya  tidak menggunakan peralatan plastik satu kalipakai, belanja tidak membawa pulang platik, biasakan bawa tambler untuk stok air minum, usai rapat tidak menimbulkan sampah platik dan sebagaianya, Perilakau ini yang harus terus kita dorong.” Katanya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan sampah masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA)  ada 90 truk per hari, sekarang  setelah ada PDU, hanggar, itu tinggal 30 truk per hari. Maka  sampah  60 truk yang diambil oleh PDU-PDU setiap hari.

“Kami berkonsultasi dengan Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar bahwa sampah yang diangkut 30 truk tersebut diselesaikan tidak harus di TPA.Ke depan akan ada 27 PDU . Di sekitar Purwokerto nantinya ada sekitar 20 PDU, lainnya di luar wilayah Purwokerto. Di luar Purwokerto nanti totalnya mungkin bisa dibangun sekitar 30-an lagi. jika jumlah PDU di Banyumas sudah mencapai 50 unit, sampah di kabupaten itu tinggal sedikit sekali," ungkapnya.(spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00