• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

INFO MASYARAKAT

Siti Mukaromah : Mari Menerima Kemajemukan Bangsa

4 December
17:08 2019
1 Votes (5)

KBRN, Banyumas: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Pertai Kebangkitan Bangsa (PKB) Siti Mukaromah menyelenggarakan Sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 di Banyumas.

Siti Mukaromah menyampaikan bahwa kondisi pasca pilpres belum pulih benar. Dikotomi dukung-mendukung telah menjalar ke urusan-urusan publik yang lain.

“ Istilah cebong kampret mungkin sudah reda. Tapi kita sering menjumpai istilah ‘kelompok sebelah’, haters vs lovers masih mengemuka dimana-mana”, papar Erma Rabu (4/12/2019) di Pasir Kidul Purwokerto.

Fenomena ini baginya merupakan tanda bahwa kekakuan dan pengelompokan-pengelompokan di masyarakat justru cenderung mengemuka, termasuk saling cibir antar sesama umat Islam, dukung-anti pemerintah, saling tuduh hoax, dan sebagainya.

Erma yang juga Ketua Umum Perempuan Bangsa ini juga menambahkan “Kita sudah lama tahu, dan barang kali tidak perlu lagi diingatkan, bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Bahasa, etnis atau suku, agama, golongan, bahasa, adat-istiadat, dan lain sebagainya. Harusnya ini menjadi modal bagi kita bangsa Indonesia mempelajari hal-hal yang berbeda dan memoderasi ego kita.”kata Erma.

Kemajemukan itu merupakan kenyataan masalalu dan masa kini yang sementara ini mudah sekali disebut namun seringkali gagap kita hadapi karena sedikitnya keseriusan dalam mengapresiasinya. Kemajemukan atau perbedaan itu kita temukan hamper dalam segala hal. Dan tantangan yang harus kita atasi ialah kemampuan kita untuk selalu lebih dewasa dengan perbedaan-perbedaan tersebut. Demikian menurut Erma.
Melalui Sosioalisasi Empat Pilar Kebangsaan, diharapkan kesadaran dan penerimaan atas kemajemukan bangsa semakin meningkat. Sosialisasi tersebut memiliki peran sangat penting.Pertama, untuk menyegarkan pengertian bahwa Pancasila merupakan ideology dan asas atau prinsip hidup berbangsa dan bernegara.

Lima sila dalam Pancasila merupakan acuan ideologys atau nilai puncak yang semestinya melandasi kehidupan bangsa dan negara Indonesia; dalam seluruh sector kehidupan. Kedua, Bhinneka Tunggal Ika untuk memperkuat asa kesatuan dan persatuan dalam masyarakat yang majemuk. Ketiga, peneguhan bahwa bentuk kesatuan merupakan bentuk kenegaraan final yang mewadai kemajemukan tersebut. Dan keempat, bahwa UUD 1945 merupakan konstitusi dasar, sebagai rujukan hokum tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.( Toha).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00