• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BUDAYA

BI Dorong Produk UMKM Banyumas Bersertifikat Khalal

19 November
13:19 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purwokerto: Penerapan sertifikasi halal untuk produk, makanan dan minuman disambut antusias Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara.

Hal itu terbukti dengan semangat para peserta Penyuluhan Keamanan Pangan untuk UMKM, yang diselenggarakan  Kantor Perwkilan Bank Indonesis (KPw BI) Purwokerto, Selasa (19/11/2019).

Salah satu pelaku UMKM dari Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedung  Banteng  Kabupaten Banyumas, Mohamad Asif (21), mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan penyuluhan dari BI mengenai syarat-syarat produk UMKM khsusnya makanan atau minuman mendapatkan sertifikat izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), sebagai salah satu syarat mendapatkan sertifikat khalal.

“Saya senang mengikuti acara ini, dan mudah-mudahan bisa menindak lanjuti. Kami yakin produk sriping pisang dengan berbagai rasa yang diperoduksi tidak sulit untuk mendapatkan sertifikat khalal” kata Asif yang kini masih kuliah di STAIN Purwokerto.

Awalnya menekuni usaha sriping pisang, lanjut Asif, karena membantu ibunya, saat mengolah pisang ambon nangka sebagai bahan bakunya. Tapi lama-lama tertarik ikut mengembangkan.

“Belum banyak hasil produksinya. Paling 10 kantong plastik besar dalam seminggu. Sebulan ya lumayan dapat sekitar Rp2.000.000 dari hasil usaha sriping. Prosesnya semua masih manual. Kami sudah pernah mengikuti bimbingan dari  Dinperindagkop, tentang permodalan, magemen usaha, packaging dan saat ini tata cara proses mendapatkan sertifikat khalal.’ katanya.

Soal modal lanjutnya,  masih mandiri. Mungkin nanti bersama kelompoknya kalau ada pinjaman modal dengan bunga ringan kami akan ambil untuk mengembangkan usahanya.

Adif menambahkan, ia bersama kelompok UMKM “Fatnada”  Desa Dauan Wetan Kecamatan Kedungbanteng, selama ini memasarkan produknya di wilayah Kabupaten Banyumas dan Sekitarnya. Untuk luar kota masih mengandalkan secara online.

Kepala KPW BI Purwokerto Agus Chusaini, usai membuka acara kepada wartawan mengatakan, pembinaan dan bimbingan kepada para pelaku UMKM menjadi salah satu program strategis BI untuk mengakselerasi UMKM, agar mampu go digital maupun go eksport.

“Kita berharap prodak UMKM lebih maju bisa diterima oleh masyarakat luas, dalam negeri bahkan luar negeri, makanya kami berikan bimbingan cara mengurus, Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), sebagai salah satu syarat mendapatkan sertifikat khalal.” Katanya.

Menurutnya, ada ekitar 50 pelaku UMKM se wilayah BI Purwokerto, mengikuti kegiatan tersebut, dengan penyuluh dari dinas Kesehatan.

Sementara itu, dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Menenngah  Provinsi Jawa tengah, di Kabupaten Banyumas Kuswoyo mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan pendampingan kepada UMKM. 

Sebetulnya masih banyak prodak UMKM yang belum memiliki stadarisasi keamanan pangan atau ijin edar prodak.  Di data kami baru sekitrar 500 UMKM yang sudah kami lakukan pendampingan.

“Untuk itu kami melakukan pendataan, pelaku UKM yang belum memiliki PIRT standarisasi prodak makanan dan minuman, kemudian kami lakukan pendampingan bersama BI Purwokerto.  Tahapan ini nantinya juga akan kami tindak lanjuti, bila nanti ada program fasilitasi sertifikasi khalal , otomatis teman-teman UKM ini yang akan menjadi prioritas, karena syarakat untuk mendapatkan sertifikat khalal harus mempunyai izin PIRT.” ungkap Kuswoyo. (spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00