• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Jadi Pengekspor Gula Palma, IKM Nasional Didorong Cari Terobosan

15 November
12:38 2019
1 Votes (3)

KBRN, Purwokerto:  Ada indikasi pelaku usaha gula kepala atau palma nakal yang mencapur dengan  rafinasi.  

“Media harus ikut mengawasi, jangan sampai gula palma dicapur dengan gula rafinasi.  Gula palma ini kan spesifik, gula yang bagus untuk kesehatan. Kita punya kelebihan lagi, yaitu gula aren, tapi itu kan HS-nya sama, jadi tidak perlu di perdebatkan lagi gula kelapa atau aren itu sama-sama palma.” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, di Purwokerto, Jumat (15/11/2019).

Menurut Gati, Indonesia merupakan negara pengekspor utama gula palma di dunia, diikuti Filipina dan Kamboja, di mana selain pasar ekspor, pasar dalam negeri dinilai sama-sama menjanjikan. 

Rantai pasok gula palma yang cukup panjang, mulai dari penderes,  perajin hingga ekportir mampu menyerap banyak tenaga kerja, yang berarti mengurangi penganguran, yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan perekonomian di daerah. 

Untuk itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mendorong industri kecil menengah (IKM) nasional untuk melakukan terobosan.

“Upaya mencari terobosan perlu terus dilakukan, salah satunya melalui pengembangan IKM gula palma berbasis sistem informasi terpadu pada proses bisnis baik internal (vertical integration) maupun eksternal (horisontal integration) di pelaku IKM/ koperasi untuk dapat meningkatkan efesiensi dan kemudahan telusur,” kata Gati.

Gati memaparkan, gula palma yang berbahan dasar gula kelapa merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekspor tinggi dan terus meningkat, yakni pada 2017 ekspor gula palma mencapai 25 ribu ton dengan nilai 42,6 juta dolar AS dan pada 2018 ekspor gula palma meningkat menjadi 35 ribu ton dengan nilai 52,5 juta dolar AS. 

Untuk menjaga pasar utamanya dari negara pesaing, lanjut Gati, maka kualitas gula palma harus diperhatikan dengan baik agar kualitasnya tetap terjamin. Demikian pula dalam proses produksi yang harus efisien dan mudah telusur.

Menurut data yang diterima Kemenperin, jumlah perajin gula terbesar di wilayah Barlingmascakeb mencapai 86.881 pengrajin dimana Kabupaten Banyumas menjadi kabupaten dengan jumlah pengrajin gula palma terbesar. Rata-rata perajin dapat memproduksi gula palma sebanyak 4,7 kg/ hari yang berasal dari 16 pohon kelapa.

Untuk itu, Ditjen IKMA menggelar kegiatan ‘Workshop Pengembangan IKM Gula Palma Berbasis Sistem Informasi Terpadu di Purwokerto’ dengan tujuan untuk mengenalkan transformasi industri 4.0 kepada IKM gula palma dalam rangka meningkatkan daya saing gula palma Indonesia di pasar global utamanya dalam efisiensi dan traceability. 

Workshop Pengembangan IKM Gula Palma diikuti oleh sebanyak 60 (enam puluh) orang yang merupakan stakeholder industri gula palma terutama para pelaku pada rantai pasok gula palma yaitu produsen, eksportir, pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi serta instansi lainnya yang terkait dengan gula palma.

“Kami mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang transformasi industri 4.0 dan IKM gula palma memperoleh informasi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pada era Revolusi Industri 4.0 dan serta bagaimana trend pasar produk pangan di pasar regional dan global,” ujar Gati.

Selain itu, terdapat penyampaian tentang overview proses bisnis dan sistem informasi di IKM gula palma, dalam hal ini adalah KSU Nira Satria, yang  disampaikan oleh tenaga ahli dari AMIKOM Purwokerto. Yang selanjutnya   pembahasan/ masukan dari Tenaga Ahli Industri 4.0 agar diperoleh solusi sistem dan teknologi informasi yang dapat diimplementasikan di IKM gula palma baik pada rantai supply (horizontal integration) maupun unit usaha IKM/ koperasi (vertical integration).(spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00