• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Berhenti Menjadi Guru, Tekuni Usaha STMJ

14 November
20:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purwokerto: Menjadi bakul jamu atau serbuk minuman, bukan cita-cita Ma'ruf (53) warga Berkoh Kecamatan Puwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.

“Awalnya ingin menjadi PNS,  dulu sejak 2007 mulai mengajar, menjadi guru SMA swasta, 2011 terima sertifikasi. Karena  guru swasta waktu saya agak longgar, saya coba-coba melakukan penelitian, dan mulai menekuni usaha mandiri membuat minuman susu telor madu jahe (STMJ)”kata Ma’ruf, di sela acara kegiatan kurasi produk UMKM dan Coaching Class UMKM Go Digital bersama Tokopedia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Punrwokerto. Rabu (14/11/2019).

Sejak tahun 2011 sampai sekarang, membuka usaha mandiri produksi STMJ. 

Berlahan tapi pasti, kecil tapi menghidupi. Usahanya makin serius di tekuni.

Ia mengakui selama menjalani usahanya mengalami pasang surut. Karena ingin serius menjalani usaha, Ma’ruf mengundurkan diri dari profeisi guru, dan sejak tahun 2017 sampai sekarang menjalani usaha produksi STMJ.

“Dulu pernah pinjam ke BRI memanfaatkan KUR, selama 5 tahun senilai Rp.15 juta, untuk menambah modal.” katanya.

Produk serupa memang banyak dipasaran, tapi Ma'ruf yakin hasil produksinya dengan merek "Tiga Menara" mampu bersaing dipasaran, karena ia menjaga mutu produksinya.

Selama ini pemasaran tidak hanya di wilayah Jawa Tengah  tetapi juga ke Jakarta , Surabaya, Lampung, dan Kalimantan.

"Produk kami juga sudah diijinkan untuk dipasarkan di sejumlah mini market dan kami juga memanfaatkan online." ungkapnya.

Usaha Mandiri dengan 6 orang karyawan, di bagian produksi empat orang dan dua orang di bagian paking.

"Kami mampu produksi STMJ  rata-rata  6 sampai 7 kwintal per bulan. Ya lumayan mas Rp. 15 juta rupiah sebulan, kerja tidak terikat waktu." kata Ma'ruf.

Mengenai bahan baku utama Jahe dan rempah-rempah lainnya selama ini tidak ada masalah.

"Makanya diacara kurasi produk UMKM dan Coaching Class UMKM Go Digital bersama Tokopedia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Punrwokerto, kami ingin tau caranya menembus pasar luar negeri." katanya.

Acara kurasi produk UMKM dan Coaching Class UMKM Go Digital bersama Tokopedia Kantor dalam rangka mendukung pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah di wilayah eks Karesidenan Banyumas, diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto dengan rangkaian kegiatannya  pameran, seminar, talkshow, business couching dan counseling yang dirangkum dalam Festival UMKM dan Ekonomi Syariah Eks Karesidenan Banyumas Tahun (FESMABI) 2019.

Humas KPw BI Purwokerto, dalam pers releacenya Rabu, (13/11/2019) menjelaskan,  FESMABI 2019 akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 22 -24 November 2019 bertempat di Rita Super Mall Puwokerto.

Dalam kegiatan tersebut mengikutsertakan dan mempertemukan UMKM binaan Bank Indonesia, UMKM binaan Kabupaten di wilayah kerja, UMKM binaan Perbankan, pondok pesantren, lembaga perizinan dan market place digital. 

Sebelum pelaksaaan kegiatan FESMABI dilaksanakan, KPw BI Purwokerto menyelenggarakan pre event pada tanggal 13 November 2019 berupa kegiatan kurasi produk UMKM dan Coaching Class UMKM Go Digital bersama Tokopedia. 

Kurasi produk UMKM dilakukan sebagai upaya penyelesaian permasalahan kualitas produk masih belum sesuai standar ekspor dan tidak belum dapat dijaga kontinuitasnya. 

Kurasi produk UMKM dilakukan oleh Tim ID SEED (Indonesian Diaspora SME Export Empowerment & Development). 

Tim ID SEED merupakan ikatan diaspora yang berperan sebagai Agregator dan fokus melakukan import produk UMKM Indonesia untuk pasar Amerika.

ID SEED juga akan berperan sebagai kurator untuk produk yang akan di pamerkan dan yang akan dibuatkan katalog serta database untuk diserahkan kepada potential buyer. 

Peserta UMKM yang akan dilakukan kurasi produk  UMKM yang terdiri dari 12 Produk Fasion, 32 Produk Makanan, 10 produk kerajinan. 

Setelah dilakukan kurasi, kegiatan dilanjutkan dengan coaching class bagi UMKM yang berminat dan siap untuk bermitra dengan e-commerce. 

Saat ini e-commerce yang telah menyatakan komitmen untuk mau membina dan mempersiapkan narasumber secara berkala adalah Tokopedia.

Coaching Class dilakukan dalam kelas kecil yang  dibagi berdasarkan level kesiapan UMKM untuk melakukan on boarding. (spj)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00