• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANJARNEGARA

Elpiji Bersubsidi Hanya Untuk Masyarakat Miskin, Pemkab Banjarnegara Larang ASN Pakai Elpiji 3 Kg

1 November
09:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Banjarnegara: Guna mengantisipasi kelangkaan serta penggunaan elpiji bersubsidi atau ukuran 3 kilogram tepat sasaran, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono menginstruksikan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) yang masih menggunakan bahan bakar elpiji bersubsi tabung 3 kilo gram segera beralih mengunakan elpiji non subsidi.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati  ketika memimpin apel pagi dihalaman kantor Bupati Jum’at (1/11/2019) pagi.

“Elpiji ukuran 3 kg adalah untuk masyarakat miskin, karena itu, saya meminta komitmen dari para ASN agar segera beralih dari elpiji 3 kilo dengan elpiji 5,5 atau 12 kilo,” kata Bupati di hadapan para ASN.

Menurut Bupati,  jika dilihat dari gaji dan tunjangan ASN, seluruh ASN di Banjarnegara  tidak layak ikut menggunakan elpiji ukuran 3 kg yang diperuntukan khusus untuk masyarakat miskin tersebut.               

“Saya tegaskan kepada ASN di lingkungan Pemkab Banjarnegara, untuk segera beralih ke elpiji non subsidi, dan saya perintahkan kepada Isnpektorat dan kesbangpol untuk mengawasi ASN jika masih menggunakan elpiji 3 kilogram akan saya beri sangsi tegas,” katanya.

Himbauan itu berlaku untuk semua golongan, karena menurutnya ASN sudah mendapat tamsil dan dinilai mampu untuk membeli elpiji 5,5 kilo.

Menurutnya, sesuai Permen ESDM nomor 26 tahun 2009 disebutkan, gas melon diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta.

“Kami masih menemukan ASN yang menggunakan gas melon, jadi kami meminta untuk segera beralih ke gas non subsidi. Imbauan ini akan terus digencarkan, kalau nanti masih ditemukan ada yang pakai siap-siap kena sanksi,” katanya.

Menurutnya, ASN bukan warga miskin. Sebab, para aparatur negara berpenghasilan di atas Rp 1,5 juta. Belum lagi tambahan penghasilan yang sudah diatur dalam undang-undang, jadi ASN dilarang keras menggunakan gas bersubsidi.

“Saya harus tegas untuk menjalankan aturan ini, saat ini ASN jumlahnya 8000 ribu, jika semuanya memakai elpiji 5,5 kilo maka akan bertambah jumlah elpiji 3 kilo yang  digunakan masyarakat kurang mampu ,kita targetkan tahun ini semua ASN sudah memakai elpiji 5,5 kilo,” lanjutnya.

Sementara ketua Hiswana migas Banyumas, Anas Pribadi mengatakan akan menyiapkan berapapun jumlahnya untuk memenuhi  kebutuhan bright gas 5,5 kilogram ataupun elpiji 12 kilo.

Dijelaskan saat ini untuk Bright Gas 5,5 kilogram  yang di sediakan jumlahnya berkisar 5000 tabung, sedangkan untuk  elpiji 12 kilo, di Banjarnegara jumlahnya berkisar 7000 tabung

“Kami akan memprioritaskan ASN yang akan menukarkan elpiji 3 dengan bright gas 5,5 kilo dengan harganya jauh lebih murah, kami berharap masyarakat yang mampu menggunakan bright gas 5,5 kilo atau elpiji 12 kilo,”katanya.

Sementara  Kepala SBM Retail 6 Tegal, Deni Nugrahanto menambahkan, pihak pertamina akan mensupport dan akan meningkatkan penyaluran bight gas 5,5 kilogram di Banjarnegara.

Pihaknya juga  menghimbau kepada masyarakat yang mampu untuk segera beralih memakai bright gas 5,5 kilo atau 12 kilo, karena sebenarnya tabung yang 3 kilo hanya disalurkan untuk masyarakat miskin sesuai dengan stempel yang ada di tabung.

“Jadi saya harapkan, untuk  masyarakat yang mampu menggunakan bright gas 5,5 atau 12 kilo, karena elpiji ukuran 3 kg jelas peruntukanya hanya untuk masyarakat miskin,” ungkapnya.

Pertamina sendiri akan meningkatkan penyaluran atau kesiapan tabung 5,5 kilo, selain di agen dan pangkalan gas elpiji,  di setiap SPBU juga sudah  siapkan bright gas 5,5 kg.

Dengan demikian diharapkan penyaluran elpiji bersubsidi akan tepat sasaran. (JKW)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00