• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PURBALINGGA

Nama Prof Soegarda Diabadikan di Perpustakaan UTA ’45 Jakarta

13 November
15:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purbalingga: Tokoh pendidikan asal Desa Prigi, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Prof Dr R Soegarda Purbakawatja diabadikan namanya sebagai nama perpustakaan di Universitas 17 Agustus 1945 (UTA ’45) Jakarta.

Peresmian pemberian nama perpustakaan tersebut dilakukan oleh Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ, MM, Selasa (12/11/2019) di kampus UTA Jakarta.
 
Nama tokoh Prof Soegarda sebelumnya juga sudah diabadikan untuk gedung Museum di kompleks Pendopo Dipokusumo Purbalingga.
 
Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengungkapkan, pihaknya atas nama pemkab purbalingga menyampaikan penghargaan atas inisiasi universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang mengangkat nama Prof Soegarda sebagai perpustakaan di kampus tersebut.
 
“Keberadaan perpustakaan ini memiliki peran strategis selain untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis bagi mahasiswa dan masyarakat, juga sebagai monumen untuk mengingat peran dan jasa  Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja yang begitu besar bagi bangsa dan negara,” kata Bupati Tiwi.
 
Bagi kami, lanjut Bupati Tiwi, sebagai warga purbalingga,  juga menjadi kebanggaan karena Prof Soegarda adalah tokoh putra asli Desa Prigi Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga. “Dengan penamaan perpustakaan Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja maka akan menjadikan Purbalingga dapat dikenal secara nasional dan mudah-mudahan memiliki multiplier effect bagi sektor-sektor lainnya,” harap Bupati Tiwi.
 
Tiwi menambahkan, pengabdian Prof Soegarda yang lahir tanggal 15 april 1899 sangat luar biasa dan sudah banyak berkontribusi kepada bangsa dan negara, utamanya dalam kiprah dan karyanya di bidang pendidikan. Dari purbalingga Prof Soegarda menjelajah kebeberapa wilayah nusantara dari zaman penajajahan sampai dengan zaman kemerdekaan sampai dengan purna tugas.
 
“Saat berusia 84 tahun, Prof Soegarda masih mampu menjabat rektor Universitas 17 agustus 1945, periode 1983-1988. Dengan sabar dan telaten serta arif,  Prof Soegarda membenahi universitas yang dijuluki ‘Kampus Merah Putih’ dari berbagai macam tantangan dan hambatan. Jadi sudah selakyaknya jika nama prof soegarda diabadikan di gedung perpustakaan universitas tersebut,” kata Bupati Tiwi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00