• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Memanfaatkan Limbah Botol Platik, Karya Seni Wayang Cumplung Jadi Muatan Lokal SMP N 2 Baturaden

22 October
16:05 2019
0 Votes (0)

KBRN, Purwokerto: Wayang Cumpung memanfaatkan limbah botol bekas minuman, menjadi sebuah karya seni yang idenya muncul dari Guru Seni Budaya SMP Ngeeri 2 Baturaden, Djony Teguh Suprijana.

“Hari ini sekitar 731 siswa, membuat karya seni berupa wayang dengan memanfaatkan barang bekas seperti tempurung kelapa, limbah plastik, dan kain perca.

Karya seni yang disebut wayang cumplung itu selanjutnya dipertunjukkan melalui pergelaran Wayang Cumplung Awak Limbah Plastik di halaman SMPN 2 Baturraden” ungkap Djoni, Selasa (22/10/2019)  siang.

Djoni menjelaskan, untuk bahan bakunya melimpah, cumplung bathok (tempurung) kelapa mudah di cari. Bahkan di desa masih banyak  cumplung  kelapa atau  sisa kepala yang dimakan tupe kemudian jatuh dan biasanya berserakandi bawah pohonkelapa.

“Cumplung ini yang dibuat menjadi kepala wayang, kemudian badan wayang menggunakan botol platik bekas minuman. Dalam proses membuatnya, siswa  kamiberikan kebebasan berkreasi. Tempurung  kelapa kalau dikampung banyak di temukan, Yitu kepala yang masihdi pohon  dilubangi oleh bajing (tupai), hingga akhirnya jatuh, setelah kelapanya di makan. Jadi, yang dimanfaatkan adalah batok atau tempurung kelapanya, sedangkan untuk badan wayang menggunakan limbah plastik. Namun sekarang cumplung juga bnyak diperolehdi warung-warung yang menjual minuman kepala muda”. ungkapnya

Dalam proses pembuatannya di lakukan secara berkelompok, untuk baju dari wayang cumplung juga memanfaatkan kain perca. Kemudian setiap siswa membuat satu karya sehingga secara keseluruhan ada 731 buah wayang cumplung.

“Nanti puncaknya pada peringatan HUT SMP Negeri 2 Baturaden, hasil karya seni  anak-anak ini akan di pamerakan dan di pentaskan dan dilombakan. Topik ceritanya bebas, dengan durasi dibatasi. Pengiringnya  juga teman-teman sendiri dengan musik acapella. 1 grup maksimal 5 orang. Jadi seperti wayang dalang jemblung” katanya. Acapella  merupakan musik dengan menggunakan vokal atau tanpa instrumen musik. 

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Baturraden Tri Agus Haryatno mengatakan  ide ini berawal dari program Eco Break.  Eco break merupakan bata yang terbuar dari botol air mineral kemudian diisi sampah plastik. Pembuatan wayang cumplung dengan memanfaatkan limbah plastik yang selama ini menjadi permasalahan, menjadibagian dari pemanfaatan limbah, menjadi karya seni.  

“Membuat karya seni wayang cumplung juga menjadi muatan lokal dalam proses, kegiatan belaajar pasa siswa. Nah program tersebut kami tanamkan ke siswa dengan memanfaatkan limbah botol plastik bekas air mineral , sebagai tubuh wayang cumplung .  Ini setidaknya akan  mengurangi limbah plastik yang banyak  menimbulkan masalah," kata Tri Agus. (spj)



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00