• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Ganjar Pranowo, Selediki Kasus Foto Viral Pelajar Sragen

18 October
14:32 2019
2 Votes (3)

KBRN, Banyumas : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyatakan Apel Kebangsaan yang dihadiri oleh ribuan pelajar Banyumas Jumat (18/10/2019) di Alun – Alun Purwokerto. Sebagai upaya menangkal paham radikal dan terorisme, sebab hampir semua lini di Indonesia sudah disusupi oleh paham radikal. 

Selain itu baru- baru ini ada sejumlah pelajar di Sragen yang berpose dengan lata belakang bendera yang merupakan lambang organisasi yang dilarang di Indonesia. Sehingga dirinya meminta kepada para pelajar, agar bijak mempergunakanan sosial media. 

Agar tidak menjadi sasaran oleh pihak- pihak yang ingin menyebarkan paham, yang bertentangan dengan nilai- nilai Bangsa Indonesia. Sebab menurutnya, terpaparnya para pelajar pada ajaran radikal lebih banyak disebarkan di media sosial atau melalui internet. 

Untuk itu, para guru dan Kepala Sekolah,  dirinya berpesan agar mereka juga ikut mengawasi siswa didiknya. Agar paham radikal tidak masuk di lingkungan sekolah, atau pelajar. 

Pihaknya  juga mendalami, para pelajar salah satu SMK di Sragen yang berpose di bendera yang identik dengan organisasi terlarang di Indonesia. Hasilnya para pelajar mengaku tidak tahu mengenai bendera tersebut. Untuk itu, perlu pendalaman, termasuk melalui jejak digital para pelajar tersebut. 

“ Ini merupakan petarungan idiologis, yang akan merontokan bangsa dan negara. Sekarang kita bangun kepada anak- anak itu kepada anak- anak. Saya titipkan kepada para guru dan Kepala Sekolah. Agar menjaga mereka, jangan main- main soal radikalisme,”kata  Ganjar di Alun – alun Purwokerto.

Ganjar juga berpesan kepada ribuan pelajar Banyumas, agar mewaspadai adanya peredaraan narkoba  dan pornografi di media social. Sehingga perlu bijak mempergunakan media social, termasuk agar tidak menjadi korban kecunduan dawai. 

Sebab sudah ada beberapa kasus pelajar yang harus dirawat di rumah sakit jiwa, akibat kecanduan dawai. (RA). 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00