• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Unsoed Dan DJPK Kemenkeu Sepakat Kerjasama Tingkatkan SDM Pengelola Keuangan Desa

18 October
13:16 2019
1 Votes (5)

KBRN, Purwokerto: Guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para aparatur di daerah termasuk di desa untuk dapat megelola keuangan dengan baik, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI sepakat bekerjasama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI Astera Primanto Bhakti dan Rektor Unsoed Profesor Dr. Suwarto, MS di gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, Juma’at (18/10).

Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu RI Astera Primanto Bhakti mengatakan, kerjasama dengan perguruan tinggi seperti Unsoed sangat penting untuk meningkatkan kapasitas para aparatur baik daerah maupun desa.

Apalagi pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran ke daerah atau transfer daerah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Di tahun 2019 saja, lanjutnya, penyaluran anggaran ke daerah mencapai Rp. 826,7 triliun.

”Jadi kalau kita lihat dari total anggaran untuk tahun 2019 saja, pemerintah itu menyalurkan sekitar 826,7 triliun rupiah. Jadi ini sekitar sepertiga daripada total anggaran tahun 2019.  Dan itu meningkat menjadi 858,5 triliun rupiah di tahun 2020," ungkapnya seusai penandatangan nota kesepahaman kedua institusi itu.

Dari peningkatan anggaran ke daerah itu,lanjutnya, pada tahun 2019 ini, pemerintah telah menyalurkan dana desa sekitar Rp. 70 Triliun kepada 74.953 desa dan di tahun 2020 ada penambahan satu desa sehingga menjadi 74.954 desa. 

Kalau di rata-rata setiap desa menerima sekitar Rp. 830 juta di tahun 2019, dan mengalami kenaikan di tahun 2020 menjadi Rp. 860 juta per desa.

”Ini menjadi PR buat kita semua, pemerintah baik pusat maupun daerah termasuk di dalamnya perguruan tinggi, karena kaitannya dengan SDM. Bagaimana kita bisa mengawal bahwa anggaran ini bisa digunakan dengan baik. Karena permasalahannya adalah kemampuan daripada daerah mulai dari merencanakan, menggunakan dan juga nanti hasil akhirnya ini harusnya bisa dinikmati oleh masyarakat banyak khususnya masyarakat desa kalau yang bicara dana desa," tandas Astera Primanto Bhakti.

Sementara itu, Rektor Unsoed Profesor Dr. Suwarto MS menyambut baik kerjasama itu karena sesuai dengan visi dan misinya di tahun 2034 menjadi perguruan tinggi yang diakui dunia sebagai pusat pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00