• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

BANYUMAS

Perguruan Tinggi Berperan Strategis Dalam Wujudkan Desa Mandiri Dan Maju

23 September
18:50 2019
1 Votes (1)

KBRN, Purwokerto: Meskipun Undang-undang nomor 6 tahun 2014 mengenai desa sudah berjalan lima tahun lamanya, namun hingga kini masih terdapat 13.232 Desa dari 74.953 Desa di tanah air masih ada yang tertinggal. Dan sebagian besar berada di Papua, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.

Hal itu disebabkan kurangnya peran lembaga pendidikan dan dunia usaha untuk menjadi partner bagi desa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.

Padahal dari beberapa desa maju, sebagian inovasinya lahir karena adanya kontribusi pemikiran, gagasan, dan pendampingan dari kaum akademisi.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu RI Astera Primanto Bhakti mengungkapkan, untuk menghadapi tantangan tersebut, Desa membutuhkan adanya partner yang bisa memberikan inspirasi, inovasi, dan solusi.

Astera menyebutkan ada empat peran nyata yang bisa dilakukan perguruan tinggi dalam mewujudkan desa mandiri.

”Pertama, memberikan bantuan keilmuan dan pengetahuan untuk desa, kedua, membantu desa dalam mengembangkan produk unggulan yang secara potensial dapat dihasilkan dari desa. Ketiga, menciptakan lulusan yang tidak hanya siap untuk menjadi pekerja atau karyawan, namun juga siap untuk menjadi wirausaha, termasuk wirausaha yang berbasis di desa. Keempat, menginisiasi dan mengedukasi desa dalam menggunakan teknologi dan menerapakan budaya inovasi," ujarnya dalam dalam orasi ilmiahnya yang dibacakan oleh Sekretaris DJPK, Dr. Rukijo, SE,MM  pada Dies Natalis ke-56 Unsoed di Gedung Soemardjito, Purwokerto, Senin (23/9).

Dia menambahkan, jika dalam 5 tahun ke depan perguruan tinggi bisa membantu 50% dari jumlah 74.953 desa itu berubah menjadi desa mandiri dan maju, sesungguhnya hal tersebut sudah merubah Indonesia.

"Saya yakin perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Soedirman bisa melakukan aksi dan peran nyata untuk menciptakan desa-desa maju dan mandiri," imbuh Astera Primanto Bhakti.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00